Pedagang Minta Pemerintah Kendalikan Harga Jelang Lebaran

Sejumlah pedagang di pasar Tegal Parang mengharapkan pemerintah dapat menjamin pasokan bahan pokok sehingga harga terkendali.

Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Lebaran masih tiga bulan lagi. Setiap menyambut hari raya itu biasa diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar.
Apa yang menjadi tren itu dikhawatirkan oleh sejumlah pedagang di pasar tradisional. Mereka mengharapkan pemerintah dapat mampu mengendalikan harga jelang Lebaran.

"Bisa tidak pemerintah itu menjamin pasokan bahan pokok. Jadi sekali-sekali saat Lebaran itu tidak ada kenaikan harga," kata Sarman (45), salah satu pedagang pasar tradisional Tegal Parang‎, Mampang, Jakarta Selatan saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (17/4/2015).

Sarman mengungkapkan kekhawatirannya terhadap harga beras yang naik di awal 2015.  Hal itu dikhawatirkan akan kembali terulang jelang Lebaran.

Hal serupa juga diungkapkan pedagang sembako‎ lainnya Rahmawati (38). Dia menuntut janji-janji pemerintah yang pernah diucapkan saat masa pemilihan umum (Pemilu). Ketika itu para calon pimpinan pemerintahan akan berpihak kepada rakyat kecil.

"Saya kemarin sudah pilih, sekarang saya mau lihat apakah Lebaran tahun ini ada perbedaan dengan tahun sebelumnya atau tidak,"‎ tegas dia.

Sementara harga sembako di pasar Tegal Parang sendiri terpantau masih belum ada kenaikan. Para pedagang masih menjual bahan-bahan pokok dengan harga yang sama seperti awal pekan ini :

Beras kualitas medium Rp 9.000 per kg
Minyak goreng curah Rp 10.000 per kg
Gula pasir Rp 12.000 per kg
Gula merah Rp 12.000 per kg
Telur ayam Rp 18.000 per kg
Tepung terigu Rp 7.000 ribu per kg
Kacang tanah Rp 22.000 per kg
Ayam potong Rp 28.000 per kg
Daging sapi Rp 90.000 per kg

 

(Yas/Ahm)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6