Jurus Ampuh Menkeu Jaga Kuota BBM 46 Juta Kl

Harga jual BBM jenis solar di daerah lebih mahal dari harga premium.

Diterbitkan 16 September 2014, 20:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyarankan agar fokus pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi harus mulai bergeser dari jenis premium ke solar.

Langkah itu dimaksudkan untuk menjaga volume BBM bersubsidi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 yang dipatok sebanyak 46 juta kiloliter (Kl).

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, harga jual solar di daerah lebih mahal dari harga premium, sehingga potensi penyelundupan atau penyelewangan solar lebih besar terjadi. 

"Harga jual solar kan lebih mahal daripada premium, jadi gapnya juga lebih besar solar dari premium. Mengendalikan volume pun lebih susah solar, jadi kalau orang mau menyelundupkan BBM subsidi solar lebih menarik," jelas dia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Cara paling ampuh untuk mengendalikan konsumsi dan menjaga kuota, kata Bambang, dengan menaikkan harga BBM subsidi.

Pemerintah termasuk Kementerian Keuangan sudah sejak lama mengusulkan penyesuaian harga, namun kebijakan itu tergantung pemerintahan baru karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyatakan tak akan menaikkan harga BBM sampai lengser.

"Paling memungkinkan menyesuaikan harga BBM. Itupun kalau ada kebijakannya," pungkas Bambang.(Fik/Nrm)

 

*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Informasi terkini mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari berbagai penyedia seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, serta panduan terkait pendaftaran QR Code BBM subsidi dan jenis-jenis BBM yang tersedia.
    Harga BBM
  • liputan6
    BBM atau Bahan Bakar Minyak adalah materi apapun yang bisa diubah menjadi energi.
    BBM