PNS dan Pensiunan Berebut Beli Sukuk Terbaru RI

Dalam tiga hari pemesanan, 10 ribu calon pembeli menyatakan minat membeli Rp 5,8 triliun sukuk seri 010.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 20 Feb 2014, 12:37 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan jumlah pemesan suku ritel terbaru pemerintah seri 010 telah mencapai 10 ribu pemodal. Total pemesanan yang tercatat hingga kini mencapai Rp 5,8 triliun.

Pemerintah menargetkan total pemesanan surat berharga syariah negara yang akan berakhir pada 28 Februari ini bisa mencapai Rp 18 triliun hingga Rp 20 triliun.

"Suku ritel adalah cata investasi paling aman karena risikonya hampir nol," kata Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, Robert Pakpahan seperti ditulis, Kamis (20/2/2014).

Dalam penawaran sukuk kali ini, pemerintah menetapkan tenor selama tiga tahun dengan imbal hasil sebesar 8,75% per tahun. Pembayaran imbal hasil dilakukan bulanan.

Robet menjelaskan imbal hasil yang diberikan kali ini memang sedikti diatas inflasi namun masih lebih tinggi dari bunga deposito.

Dari pendataan sementara, jumlah pemesan sukuk ritel berasal dari investor dengan profesi karyawan swasta, wiraswasta, dan ibu rumah tangga. Tren pembeli sukuk ini masih sama dengan tahun lalu dimana porsi karyawan swasta mencapai 35% dan wiraswasta 31%.

"Trennya masih sama. Saya duga karyawan swasta lebih banyak dari PNS (pegawai negeri sipil), karyawan swasta yang pensiun dan baru dapat pesangon," katanya.(Fik/Shd)

*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com

Baca juga:

Para Haji Bisa Selamatkan Ekonomi Indonesia

Pemerintah Biayai 3 Proyek dengan Sukuk

RI Jadi Negara Paling Sering Terbitkan Sukuk di Dunia

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya