Paylater dan Pinjol Tumbuh Pesat, OJK Ingatkan Risiko Konsumen

Pembiayaan digital dan paylater tumbuh pesat hingga ratusan triliun rupiah. OJK ingatkan masyarakat pentingnya literasi dan ukur kemampuan bayar.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 25 Oktober 2026, 17:15 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman. (Tira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah makin mudahnya akses pembiayaan digital. Kemudahan teknologi finansial tersebut dinilai harus berjalan selaras dengan pemahaman risiko serta ukur imbang kemampuan membayar dari para konsumen. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemudahan akses dan tingkat literasi masyarakat.

"Kemudahan akses pembiayaan digital harus diimbangi dengan literasi yang memadai, pemahaman risiko, serta kemampuan memenuhi kewajiban agar manfaat teknologi keuangan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan,” kata Agusman dikutip Antara, Minggu (25/10/2026).

Ia menambahkan, transformasi teknologi telah merevolusi kecepatan proses pengajuan pinjaman secara drastis dibandingkan mekanisme konvensional.

"Pembiayaan digital memungkinkan proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hitungan detik melalui pemanfaatan teknologi, artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan machine learning dalam analisis kelayakan pembiayaan," jelas Agusman.

Pendorong UMKM dan Solusi Keterbatasan Akses

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman. (Tira/Liputan6.com)

Menurut Agusman, layanan pembiayaan berbasis digital memegang peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi sektor produktif serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemudahan pendanaan ini menjadi modal penting untuk mendongkrak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional secara merata.

"Ketika akses keuangan konvensional sulit menjangkau seluruh lapisan masyarakat, pembiayaan digital hadir untuk memperluas akses keuangan, sepanjang tersedia konektivitas dan infrastruktur digital," terangnya.

Potensi besar sektor ini terekam dalam lonjakan data kinerja hingga Agustus 2026. Baki debet layanan buy now pay later(BNPL) yang disalurkan perusahaan pembiayaan melesat 36,57% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 13,61 triliun, yang tersebar di 27,71 juta rekening.

Di saat bersamaan, outstanding pembiayaan pinjaman daring (pindar) juga melambung 22,07% (yoy) menjadi Rp 106,94 triliun. Layanan ini mencatatkan total 189,77 juta akun pengguna, yang terdiri dari 3,02 juta pemberi pinjaman (lender) dan 186,75 juta penerima pinjaman (borrower).

Guna mengimbangi pesatnya pertumbuhan industri tersebut, Agusman menekankan krusialnya penerapan tata kelola yang bersih serta skema perlindungan konsumen yang tangguh. OJK berkomitmen memperketat pengawasan demi memitigasi potensi ancaman penipuan (fraud), penyalahgunaan data pribadi, dan kerugian konsumen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya