Liputan6.com, Jakarta - Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai pasar modal Indonesia menyedot perhatian ratusan investor asing. Ratusan investor tersebut langsung meminta penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait strategi pembenahan pasar saham nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa sebanyak 336 investor asing menyampaikan pertanyaan tersebut dalam pertemuan virtual bersama OJK dan BEI pada Senin lalu.
Menurut Hasan, para investor global ingin mengetahui langkah konkret otoritas dalam merespons pengumuman MSCI, termasuk mengantisipasi risiko penurunan status (downgrade) pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Advertisement
"Senin kemarin kami mendapatkan permintaan dari kelompok investor, hampir 336 investor regional dan global ikut dalam Zoom meeting bersama OJK dan Bursa. Mereka menanyakan apa yang akan dilakukan ke depan dan seterusnya," kata Hasan, ditulis Jumat (23/10/2026).
Menanggapi kekhawatiran tersebut, OJK bersama BEI berkomitmen melanjutkan reformasi dan pembenahan pasar modal, terutama dalam memperkuat integritas serta transparansi informasi.
Â
Â
Meningkatkan Transparansi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380606/original/069072400_1792727114-IMG-20261023-WA0014.jpg)
Salah satu fokus utama otoritas adalah meningkatkan transparansi data kepemilikan saham. Langkah ini diharapkan mempermudah penyedia indeks global maupun investor dalam mengidentifikasi pemilik manfaat (beneficial owner) dari saham-saham yang tercatat di bursa.
"Hal ini kita harapkan dapat memudahkan seluruh pihak, baik index provider maupun investor, dalam mengetahui secara pasti siapa sebenarnya pemilik saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia," tutur Hasan.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi kepemilikan saham menjadi krusial untuk mendongkrak kembali kepercayaan pelaku pasar terhadap kualitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Advertisement
Pengawasan Diperketat, Pelanggar Terancam Sanksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380605/original/055064600_1792727099-IMG-20261023-WA0015.jpg)
Selain membenahi transparansi data, OJK juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas transaksi saham. Langkah ini mencakup penindakan atas dugaan penyampaian informasi menyesatkan, manipulasi pasar, perdagangan terkoordinasi (wash trading), hingga ketidaksesuaian keterbukaan informasi.
OJK menegaskan tidak akan segan menindak tegas setiap indikasi pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi memberikan efek jera.
"Langkah ini tidak berhenti di sini, tetapi akan terus kita gulirkan dan tingkatkan. Pengawasan dan sanksi akan diarahkan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku yang memiliki niat atau motif melanggar ketentuan," pungkas Hasan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066076/original/004010200_1656393110-Rampok1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7915199/original/007053000_1780746673-87a95eff-89b4-4b3c-ac8b-2122d6b93d4b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380253/original/006195600_1792662795-cek_fakta_-_megawati_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380604/original/049834100_1792727074-IMG-20261023-WA0013.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487881/original/098610500_1769682055-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9378418/original/074807500_1792512177-pg20-ihsg-anjlok-52158d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375363/original/091415400_1792141067-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_15.50.55__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2230490/original/001118700_1527509394-PT_Adaro_Energy_Tbk-ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935920/original/023277800_1570705755-20191010-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183331/original/035554500_1744179524-Depositphotos_537630134_S.jpg)