Update Harga Emas Perhiasan 23 Oktober 2026, Cermati Keunggulan dan Risiko

Harga emas perhiasan 23 Oktober 2026 bervariasi berdasarkan karat. Pahami fungsi perhiasan sebagai investasi dan aksesori, serta cara mengetahu emas asli.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Oktober 2026, 08:30 WIB
Seorang pedagang perhiasan emas bersiap untuk berbisnis di pusat perdagangan emas di Jakarta pada Jumat 29 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas perhiasan pada Jumat, 23 Oktober 2026, menunjukkan variasi yang signifikan tergantung kadar karatnya, sebagaimana tercatat di beberapa toko emas terkemuka. Emas perhiasan tidak hanya berfungsi sebagai aksesori yang memperindah penampilan, tetapi juga kerap dipandang sebagai salah satu bentuk investasi.

Secara umum, emas telah lama diakui sebagai aset "safe haven" yang mampu menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi dan laju inflasi. Karakteristiknya yang mudah dicairkan dan cenderung mengalami peningkatan nilai dari waktu ke waktu menjadikannya pilihan menarik bagi banyak investor.

Namun, investasi dalam bentuk emas perhiasan memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari emas batangan. Penting bagi calon investor untuk memahami keunggulan serta berbagai pertimbangan yang menyertainya sebelum memutuskan untuk membeli.

Rincian Harga Emas Perhiasan pada 23 Oktober 2026

Seorang pedagang emas menunjukkan batangan emas kepada pelanggan di sebuah toko emas di Jakarta pada Jumat 29 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, harga emas perhiasan per gram dapat dijadikan acuan bagi masyarakat yang berencana membeli atau menjual. Data harga ini dihimpun dari dua toko emas terkemuka, yakni Raja Emas Indonesia dan Laku Emas.

Di Raja Emas Indonesia, harga beli emas per gram untuk kadar K24* tercatat Rp 2.313.000, sementara K24 (99.5%) berada di angka Rp 2.124.000. Untuk kadar yang lebih rendah, seperti K18, harganya Rp 1.559.000 per gram, dan K9 dibanderol Rp 770.000 per gram. Harga terendah yang tercatat adalah K5 seharga Rp 430.000 per gram.

Sementara itu, Laku Emas menawarkan harga jual emas per gram untuk 24K (99%) sebesar Rp 2.158.000. Kadar 18K dijual seharga Rp 1.543.000 per gram, dan 9K berada di angka Rp 763.000 per gram. Perbedaan harga ini mencerminkan variasi kebijakan harga dan kadar kemurnian yang sedikit berbeda antarpenjual.

Keunggulan dan Pertimbangan Investasi Emas Perhiasan

Seorang pedagang perhiasan emas bersiap untuk berbisnis di pusat perdagangan emas di Jakarta pada Jumat 29 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Emas perhiasan menawarkan daya tarik ganda karena dapat berfungsi sebagai aksesori sekaligus aset investasi. Kemudahannya untuk didapatkan di berbagai toko emas resmi, likuiditas yang baik, serta ketahanannya terhadap inflasi menjadi beberapa keunggulan yang membuatnya diminati.

Namun, ada beberapa pertimbangan penting. Harga beli emas perhiasan umumnya lebih mahal karena sudah termasuk biaya desain, proses pengerjaan, dan nilai merek. Saat dijual kembali, toko emas biasanya hanya menghitung berat emas murni tanpa memperhitungkan biaya pembuatan, yang dapat menyebabkan potensi kerugian instan atau "spread harga" antara 10% hingga 20% dari harga pembelian awal.

Selain itu, perhiasan jarang menggunakan emas murni 24 karat karena sifatnya yang terlalu lunak, sehingga sering dicampur dengan logam lain yang menurunkan kemurniannya. Risiko kerusakan fisik, kehilangan, atau menjadi target kejahatan juga lebih tinggi karena perhiasan mudah dibawa. Berbeda dengan emas batangan, perhiasan emas seringkali tidak disertai sertifikat keaslian, yang bisa menyulitkan proses penjualan di kemudian hari.

Panduan Praktis Membedakan Emas Asli dan Palsu

Untuk melindungi investasi dan memastikan keaslian emas, terutama saat membeli perhiasan, penting untuk mengetahui cara membedakan emas asli dari yang palsu. Beberapa metode sederhana dapat dilakukan untuk melakukan pengecekan awal.

Pengecekan visual dan fisik bisa dimulai dengan memeriksa stempel karat (hallmark) seperti 24K atau 999,9 yang menunjukkan kemurnian dan tanda produsen, biasanya di bagian tersembunyi. Emas asli juga bersifat non-magnetis, sehingga tidak akan menempel pada magnet. Uji goresan pada keramik tanpa glasir akan meninggalkan garis emas jika asli, sementara uji kepadatan menunjukkan emas asli akan tenggelam di air karena memiliki densitas tinggi (24K sekitar 19,3 g/ml).

Metode lain termasuk uji gigitan, di mana emas murni yang lunak akan meninggalkan bekas, meskipun ini tidak selalu akurat. Uji gosok dengan jari tidak akan mengubah warna emas asli. Untuk uji kimia, meneteskan asam nitrat atau cuka pada permukaan emas juga bisa dilakukan; emas asli tidak akan bereaksi atau berubah warna, sedangkan logam palsu akan menunjukkan perubahan. Cara paling akurat dan direkomendasikan adalah membawa emas ke toko atau ahli terpercaya untuk diperiksa dengan alat khusus, serta selalu membeli dari penjual yang kredibel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya