Rusia Jual 6,2 Ton Emas di September, Cadangan Anjlok Parah

Rusia menjual 6,2 ton emas pada September 2026. Cadangan emas negara itu turun ke level terendah sejak akhir 2019 di tengah tekanan anggaran.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 09:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rusia menjual 200.000 ons troi emas atau setara 6,2 ton pada September 2026. Berdasarkan data terbaru Bank Sentral Rusia, penjualan tersebut membuat cadangan emas negara itu turun ke level terendah sejak akhir 2019.

Kepemilikan emas pemerintah Rusia kini mencapai 72,8 juta ons troi atau sekitar 2.264 ton.

Mengutip Kitco, Jumat (23/10/2026), Rusia tengah menjalankan pengurangan cadangan emas terbesar dan terlama sejak krisis keuangan 1998. Sejak Desember 2025, negara tersebut telah melepas sekitar 62 ton emas untuk membantu membiayai defisit anggaran federal yang terus membengkak.

Bank Sentral Rusia telah memangkas kepemilikan emas selama 10 bulan berturut-turut. Kebijakan ini berbalik dari strategi penambahan cadangan yang dijalankan Moskow sebelum invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.

Tekanan anggaran juga meningkat seiring besarnya belanja pertahanan. Pengeluaran militer dan keamanan diproyeksikan mencapai 38% dari total belanja federal Rusia pada 2026.

Pada akhir September, nilai cadangan emas Rusia diperkirakan mencapai US$ 301,6 miliar, turun dari US$ 333,5 miliar pada bulan sebelumnya.

Ekspor Emas Rusia ke China Meningkat

Di tengah penyusutan cadangan pemerintah, ekspor logam mulia Rusia ke China justru meningkat. Bloomberg melaporkan pada Juli bahwa nilai ekspor logam mulia Rusia ke China hampir dua kali lipat pada semester I 2025.

“Impor bijih dan konsentrat logam mulia Rusia oleh China, termasuk emas dan perak, melonjak 80% menjadi US$ 1 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” tulis Bloomberg, mengutip data Trade Data Monitor dan bea cukai China.

Bloomberg juga mencatat harga emas batangan naik sekitar 28% pada periode tersebut, didorong risiko geopolitik, ketegangan perdagangan, serta pembelian oleh bank sentral dan dana yang diperdagangkan di bursa.

Rusia merupakan produsen emas terbesar kedua di dunia setelah China, dengan produksi tahunan lebih dari 300 ton. Sebelum invasi Ukraina pada 2022, bank sentral Rusia juga termasuk pembeli emas terbesar dunia. Namun, pembeliannya menurun sejak konflik tersebut.

Kenaikan nilai ekspor Rusia ke China turut dipengaruhi lonjakan harga emas. Harga emas di pasar spot tercatat naik hampir 43% dalam 12 bulan terakhir.

Di dalam negeri, produsen emas Rusia juga memasok permintaan konsumen yang meningkat. Pada 2024, masyarakat Rusia membeli 75,6 ton emas, setara sekitar 25% dari produksi tahunan negara tersebut, untuk melindungi nilai tabungan mereka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79.
    emas
  • Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia
  • cadangan emas
  • anggaran