Liputan6.com, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membidik pemulihan penjualan semen pada semester II 2026 seiring dengan membaiknya permintaan domestik dan meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi.
SIG melihat segmen semen kantong masih menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan, sedangkan penjualan semen curah atau bulk mulai menunjukkan pemulihan setelah permintaan domestik menguat pada semester I 2026.
Advertisement
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, SIG optimistis terhadap prospek penjualan semen hingga akhir 2026 karena sejumlah sektor pengguna semen mulai menunjukkan peningkatan aktivitas.
"Pertumbuhan diharapkan ditopang oleh segmen semen kantong, sementara bulk (curah) mulai menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi,” kata Vita di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Optimisme tersebut didukung kinerja penjualan SIG pada semester I 2026 yang mencapai 18,28 juta ton atau naik 5,6% yoy dibandingkan 17,31 juta ton pada periode sama tahun sebelumnya.
SIG mencatat penjualan domestik tumbuh 9,7% yoy pada semester I 2026 dengan pertumbuhan terbesar berasal dari segmen semen kantong yang meningkat 11,2% yoy.
SIG menjalankan strategi penguatan pasar mikro untuk menangkap permintaan melalui perluasan jaringan retail sales hingga toko bangunan. Perusahaan juga memperkuat brand presence dan product knowledge di tingkat toko untuk meningkatkan kedekatan dengan konsumen dan tenaga konstruksi.
SIG menjalankan program Akademi Jago Bangunan melalui pelatihan dan sertifikasi ahli bangunan untuk meningkatkan engagement dengan tenaga konstruksi.
SIG juga kembali membangkitkan merek Semen Kujang untuk memperkuat penetrasi pasar Jawa Barat yang memiliki potensi kebutuhan konstruksi besar.
Strategi SIG pada Semester II 2026
Vita mengatakan, penguatan merek dan jaringan distribusi menjadi bagian dari strategi SIG untuk menangkap peluang pertumbuhan pasar pada semester II 2026.
“SIG berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi konstruksi terintegrasi agar lebih berdaya saing dan mampu mengatasi dinamika industri yang menantang,” ujar Vita.
Selain bisnis semen, SIG terus memperluas bisnis menuju Total Building Solution dengan mengembangkan produk turunan yang inovatif dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dilakukan SIG untuk menangkap peluang yang lebih besar dalam ekosistem bahan bangunan nasional karena semen hanya menyumbang sekitar 11% dari total biaya material konstruksi bangunan.