BACH Bidik Pendapatan Rp 3 Triliun di 2030

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) optimistis capai target pendapatan Rp 3 triliun pada 2030 berkat sokongan sektor infrastruktur telekomunikasi dan power system.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 08 Juli 2026, 13:45 WIB
Jajaran manajemen PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dalam konferensi pers BACH usai IPO di BEI, Rabu (8/7/2026). (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bach Multi Global Tbk (BACH) optimistis mampu merealisasikan target pendapatan sebesar Rp 3 triliun pada 2030 sebagaimana tercantum dalam prospektus perusahaan.

BACH menilai target tersebut masih tergolong moderat jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan pendapatan yang telah dibukukan dalam beberapa tahun terakhir.

Perseroan juga meyakini kinerja pada 2026 akan tetap bertumbuh, didukung oleh prospek bisnis yang positif, backlog proyek yang telah dikantongi, serta meningkatnya kebutuhan terhadap solusi kelistrikan dan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Direktur Utama PT Bach Multi Global Tbk, Budi Kurniawan, mengatakan pihaknya sangat optimistis dapat mencapai target pendapatan Rp 3 triliun pada 2030. Optimisme tersebut didasarkan pada prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat serta karakter bisnis perseroan yang bergerak di sektor kebutuhan dasar.

"Kita sangat optimistis karena melihat juga dari sisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia maupun lini bisnis kita di power system maupun di infrastruktur telekomunikasi yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat," kata Budi dalam konferensi pers IPO BACH di BEI, Rabu (8/7/2026).

Menurut Budi, dua lini usaha utama BACH, yakni power system dan infrastruktur telekomunikasi, masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan tersebut.

Untuk jangka pendek, perseroan juga optimistis terhadap kinerja pada 2026. Hal itu didukung oleh backlog proyek serta pesanan yang telah dimiliki perusahaan.

"Dari sisi 2026 ini kita juga optimistis karena kita sudah melihat ada backlog yang kita punya, order-order yang kita punya juga. Artinya sampai akhir 2026 kita optimistis. Lalu untuk bottom line-nya kita optimistis naik juga. Artinya cukup bagus dan kami optimistis," ujar Budi.

 

Capaian Historis Bach Multi Global

Direktur Utama PT Bach Multi Global Tbk Budi Kurniawan dalam konferensi pers IPO BACH di BEI, Rabu (8/7/2026). (Liputan6.com/Tira)

Sementara itu, Direktur PT Bach Multi Global, Hasby Jap, menambahkan bahwa target pendapatan Rp 3 triliun pada 2030 justru disusun secara konservatif. Menurutnya, target pertumbuhan rata-rata sekitar 12% per tahun masih lebih rendah dibandingkan capaian historis perusahaan.

Ia menjelaskan, pendapatan perseroan tumbuh sekitar 39-40% pada periode 2023 hingga 2024. Sementara pada periode 2024 hingga 2025, pertumbuhan pendapatan masih mencapai sekitar 25%.

"Salah satu yang di dalam prospektus kita sampaikan bahwa tahun 2030 itu target kita akan Rp 3 triliun, itu menurut kami cukup moderat. Jadi tadi seperti disampaikan, 12% itu sangat moderat targetnya. Jadi, kita harapkan dan cukup optimistis untuk bisa mencapai target tersebut," pungkas Hasby.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya