Liputan6.com, Jakarta - Hampir 1 juta dompet yang membeli memecoin resmi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengalami kerugian sejak peluncuran pada Januari 2025. Total kerugian mencapai US$ 3,81 miliar atau Rp 68,55 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.990).
Mengutip Yahoo Finance, Senin, (6/7/2026), nilai kerugian itu berdasarkan data dari perusahaan analisis Nansen.
Advertisement
Kerugian itu terjadi pada 988.905 dari sekitar 1,48 juta dompet yang telah membeli token resmi Trump, sekitar dua dari setiap tiga dompet, dan mencakup kerugian aktual, dan kerugian di atas kertas pada token yang masih dipegang, menurut data itu.
TRUMP diperdagangkan sekitar US$ 1,78 pada Sabtu, turun sekitar 97% dari puncaknya pada Januari 2025, menurut the Block.
Keuntungan terkonsentrasi di antara pembeli awal. Nansen menemukan 492.285 dompet yang untung dengan total kerugian US$ 4,04 miliar, terkonsentrasi di antara pembeli yang masuk pada jam-jam pertama peluncuran token di bawah US$ 1, sebelum naik menuju US$ 75 dua hari setelah peluncuran.
Menurut angka tambahan dari Nansen yang dibagikan kepada CoinDesk, dari total 1,48 juta dompet, keuntungan dan kerugian bersih mencapai sekitar US$ 236 juta.
Angka ini hampir sepertiga dari pembayaran US$ 636 juta yang dilaporkan Trump dari token tersebut dalam laporan keuangan tahunannya. Hal ini berarti memecoin tersebut telah menghasilkan jauh lebih banyak uang bagi Presiden daripada bagi para pembelinya secara keseluruhan.
Laporan keuangan Trump setebal 927 halaman, yang dirilis Selasa oleh Kantor Etika Pemerintah, mencantumkan pendapatan memecoin sebagai royalti yang mengalir melalui CIC Digital LLC dan menunjukkan ratusan juta dolar lebih banyak yang terkait dengan World Liberty Financial, seperti yang dilaporkan The Block sebelumnya.
Trump Sebut AS sebagai Ibu Kota Kripto Dunia
Trump sebelumnya telah menolak kritik terhadap pendapatan tersebut. Ia menuturkan, kepada wartawan pekan lalu uangnya dikelola oleh lembaga eksternal dan semua orang mendapat keuntungan dari pasar yang sedang naik. Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan kepada Times. "Presiden Trump dengan bangga menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia" dan pemerintah bertindak demi kepentingan terbaik rakyat Amerika Serikat.
Perwakilan dari usaha memecoin TRUMP tidak menanggapi permintaan komentar dari Times.
Mayoritas pembeli WLFI juga mengalami kerugian. Nansen juga meneliti WLFI, token tata kelola dari proyek DeFi keluarga Trump, World Liberty Financial. Dari 26.663 dompet yang dilacak perusahaan yang membeli token di pasar sekunder, 85% telah mencatat kerugian. Kerugian mencapai US$ 83 juta atau Rp 1,49 trilun dibandingkan dengan keuntungan US$ 23 juta atau Rp 413 miliar.
Jumlah tersebut tidak termasuk 241.651 dompet yang membeli WLFI langsung dalam penjualan token proyek, dan kemungkinan hanya mencakup sebagian kecil dari total kerugian karena sebagian besar aktivitas pertukaran tidak dapat dilacak secara publik. WLFI diperdagangkan sekitar US$ 0,056 pada Sabtu, turun lebih dari 80% sejak perdagangan sekunder dibuka September lalu, menurut halaman Harga WLFI The Block.
Kripto Tertekan
Juru bicara World Liberty, David Wachsman, mengatakan kepada Times, kondisi pasar yang lebih luas, yang telah menyeret turun bitcoin dan mata uang kripto lainnya, bertanggung jawab atas penurunan token tersebut, bukan proyek itu sendiri.
Penurunan pasar kripto telah memperdalam kerugian. Bitcoin telah jatuh sekitar 50% dari rekor di atas US$ 126.000 atau Rp 2,26 miliar yang dicapai pada bulan Oktober, dan kapitalisasi pasar TRUMP sekarang berada di sekitar $425 juta, dibandingkan dengan hampir US$ 15 miliar atau Rp 269,9 triliun pada puncaknya Januari 2025.
Angka-angka Nansen muncul ketika Kongres mempertimbangkan Undang-Undang CLARITY, dengan Demokrat mendorong untuk menambahkan ketentuan etika yang membatasi transaksi kripto oleh pejabat federal. Senator Kirsten Gillibrand telah mengusulkan untuk melarang pejabat terpilih dan pasangan mereka menerbitkan atau mensponsori token, sebuah ide yang dihapus dari Undang-Undang GENIUS sebelum disahkan Juli lalu.
Bloomberg memperkirakan pada Januari bahwa keluarga Trump telah mengumpulkan sekitar US$ 1,4 miliar atau Rp 25,9 triliun dari proyek-proyek terkait kripto dalam setahun sejak pelantikan, yang menyumbang sekitar seperlima dari kekayaan bersih mereka, seperti yang dilaporkan The Block pada saat itu.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.