Kriteria PNS Ideal versi Menteri PAN-RB Paling Dicari Pembaca

Menteri PAN-RB, Azwar Abubakar menyebutkan sejumlah kriteria ideal bagi PNS paling menarik perhatian pembaca pada Kamis pekan ini.

oleh Agustina Melani diperbarui 23 Jan 2014, 22:59 WIB
Saat ini profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi incaran kalangan muda. Lihat saja para peserta yang mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mencapai ribuan.

Meski demikian, hingga kini kompetensi PNS di Indonesia belum merata. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Azwar Abubakar menyebutkan, dari seluruh PNS yang mencapai 4,4 juta, baru 60%-70% yang sudah memenuhi kriteria PNS ideal. Ia pun menyebutkan sejumlah kriteria ideal PNS.

Artikel kriteria PNS ideal versi Menteri PAN-RB telah mencuri perhatian pembaca Liputan6.com pada Kamis (23/1/2014). Selain itu, banjir yang melanda sejumlah wilayah Indonesia membuat sebagian kegiatan perekonomian terganggu. Hal itu juga membuat manajemen Bank Rakyat Indonesia (BRI) khawatir karena ancaman adanya kredit macet akibat banjir.

Lalu, meski Singapura memiliki kualitas hidup yang tinggi ternyata juga menjadi rumah bagi pekerja-pekerja paling tidak bahagia di Asia. Artikel itu pun telah menyedot perhatian pembaca.

Puluhan artikel telah disajikan pada Kamis pekan ini mulai soal kebiasaan orang sukses di pagi hari, hotel bawah laut terkeren di dunia, kriteria PNS yang ideal, harga emas, dan pendapatan bus Damri yang mencetak rekor sepanjang sejarah.

Ingin tahu lima artikel yang paling menyita perhatian pembaca, berikut ulasannya:

1. Kriteria PNS Ideal versi Menteri PAN-RB

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Azwar Abubakar mengakui salah satu masalah dari sistem kepegawaian di Indonesia adalah kompentensi PNS di Indonesia masih belum merata.

Dari 4,4 juta jumlah PNS, Azwar menilai, baru 60%-70% yang sudah memenuhi kriteria PNS ideal. Menurut Azwar, PNS ideal antara lain harus disiplin, memiliki tipe mengabdi, senang membantu orang bukan memperkaya diri, dan ada panggilan jiwa.

2. BRI Dihantui Kredit Macet Rp 835 Miliar Akibat Banjir Jakarta

Bank Rakyat Indonesia saat ini cukup dicemaskan dengan ancaman adanya kredit macet akibat adanya bencana banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dikutip dari data BRI, saat ini setidaknya ada lima kantor cabang yang terbagi dalam dua wilayah yaitu Jakarta 2 dan Jakarta 3 yang wilayah kerjanya terkena banjir. Dari dua wilayah itu ada kemungkinan dana kredit terancam yang tak dibayarkan mencapai Rp 835 miliar oleh 10.103 debitur.

3. Tenaga Kerja Singapura Paling Tidak Bahagia di Asia

Sebagai negara kaya dengan kualitas hidup yang tinggi, Singapura ternyata menjadi rumah bagi pekerja-pekerja paling tidak bahagia di Asia. Ironisnya, negara pusat perputaran keuangan lainnya, Hong Kong juga menyusul di peringkat kedua sebagai negara tempat pegawai paling tidak bahagia.

4. Bekasi dan Depok Akan Jadi Incaran Para Pemburu Properti

Konsultan properti, Jones Lang Lasalle memperkirakan Bekasi dan Depok, dua daerah yang berada di pinggiran Kota Jakarta, akan menjadi wilayah yang seksi untuk pilihan investasi di sektor residensial (perumahan dan kondominium) dalam beberapa tahun mendatang.

Pasalnya, harga tanah di Bekasi dan Depok masih cukup terjangkau, bahkan berpotensi merangkak naik seiring perkembangan infrastruktur di kawasan tersebut.

5. Dahlan Sebut Rudi Rubiandini Minta THR ke Dirut BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui adanya permintaan dana Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini setiap tahun menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Hal itu diungkapkan Dahlan sekaligus memberikan klarifikasi mengenai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan yang dikabarkan turut memberikan uang kepada Rudy untuk THR tersebut. (Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya