Raphinha Tebar Ancaman Serius Pada Para Rival Brasil di Piala Dunia 2026

Raphinha sangat yakin duetnya bersama Vinicius Junior mampu membawa Timnas Brasil meraih gelar juara Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri kutukan.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 11 Juni 2026, 08:56 WIB
Pemain depan Brasil #10, Raphinha, merayakan gol bersama rekan setimnya #07, Vinicius Jr (kanan), dan pemain bertahan #14, Gabriel Magalhaes (belakang), selama pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Selatan antara Venezuela dan Brasil di Stadion Monumental di Maturin, Negara Bagian Monagas, Venezuela, pada tanggal 14 November 2024. (Federico Parra/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan mengusung misi besar yang sangat bersejarah. Pasukan Samba bertekad penuh untuk memenangkan trofi paling bergengsi tersebut untuk pertama kalinya sejak tahun 2002.

Dahaga gelar yang sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade ini jelas memberikan tekanan berat bagi para pemain. Mereka selalu menemui jalan buntu dalam lima edisi terakhir kompetisi sepak bola terbesar di dunia ini.

Kegagalan demi kegagalan tersebut kini menjadi motivasi utama bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti. Seluruh elemen tim merasa bahwa inilah saat yang tepat untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Amerika Selatan di kancah global.

Absennya Neymar yang belum pulih dari cedera membuat sorotan utama kini tertuju pada nama-nama bintang lainnya. Para pendukung sangat berharap para pemain depan mampu menunjukkan ketajaman ekstra demi meraih kejayaan di turnamen ini.


Keyakinan Penuh Raphinha pada Daya Gedor Vinicius

Pemain depan Brasil, Vinicius Junior (tengah), memberi isyarat selama sesi latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 melawan Maroko di Fasilitas Latihan Columbia Park, Morristown, New Jersey, pada 9 Juni 2026. (MAURO PIMENTEL/AFP)

Raphinha secara terbuka mengungkapkan rasa percaya dirinya yang sangat tinggi menjelang bergulirnya turnamen bergengsi ini. Pemain sayap Barcelona tersebut menaruh harapan besar pada ketajaman rekan senegaranya, Vinicius Junior.

Meskipun keduanya merupakan rival sengit ketika bermain di kompetisi liga domestik, persaingan itu seketika sirna saat membela tim nasional. Mereka siap mengesampingkan ego masing-masing demi membawa pulang gelar juara keenam untuk negara tercinta.

Kehadiran kombinasi pemain muda yang berbakat dan sosok berpengalaman dianggap sebagai kunci utama kesuksesan skuad Selecao tahun ini. Perpaduan ini diharapkan mampu mengatasi perlawanan sengit dari lawan-lawan tangguh yang sudah menanti di fase grup.

Penyerang andalan ini sangat optimis bahwa kualitas lini depan mereka sudah cukup untuk menuntaskan misi besar di turnamen tersebut. "Vini masih muda, tetapi karena pengalaman dan prestasinya, ia dapat menyelesaikan pertandingan Piala Dunia dan membawa gelar juara keenam; saya termasuk dalam kelompok itu," kata Raphinha, dikutip dari Goal.


Fokus Membangun Tembok Pertahanan Selecao yang Kokoh

Pemain Timnas Brasil, Igor Thiago, Danilo, Ibanez, Douglas, Gabriel Magalhaes dan Vinicius Junior (kiri ke kanan) berjalan di lapangan selama sesi latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 melawan Maroko di Fasilitas Latihan Columbia Park, Morristown, New Jersey, pada 9 Juni 2026. (MAURO PIMENTEL/AFP)

Persiapan matang terus dilakukan oleh skuad Brasil selama berada di pemusatan latihan menjelang laga pembuka melawan Maroko. Tim pelatih menyadari bahwa lini serang yang tajam tidak akan berarti banyak tanpa dukungan barisan pertahanan yang solid.

Lanjut Baca:

Evaluasi mendalam telah dilakukan untuk memperbaiki celah kelemahan yang sering kali dieksploitasi oleh tim lawan di masa lalu. Para pemain bertahan kini dituntut untuk tampil lebih disiplin dan meminimalisir segala bentuk kesalahan fatal di lapangan hijau. Latihan intensif terus digenjot setiap hari untuk memastikan kesiapan fisik maupun mental seluruh anggota skuad. Mereka sadar betul bahwa turnamen kali ini memiliki waktu yang sangat singkat sehingga tidak ada ruang untuk sedikit pun kecerobohan. Sang winger menegaskan bahwa stabilitas di area pertahanan akan menjadi penentu utama nasib mereka di setiap pertandingan krusial nanti. "Kami datang dengan persiapan yang sangat baik. Kami harus banyak berlatih bagian pertahanan. Jika kami bertahan dengan baik, kemungkinan untuk menang sangat besar. Kompetisi ini singkat dan berbahaya. Ada sedikit waktu untuk mengatur. Kami mencoba beradaptasi dan datang sebaik mungkin agar tidak melakukan kesalahan," terangnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya