Liputan6.com, Nuuk - Ratusan warga Greenland turun ke jalan untuk memprotes peresmian gedung baru Konsulat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (21/5/2026). Mereka meneriakkan AS agar hengkang.
Menurut laporan The Guardian, para demonstran mengibarkan bendera Greenland dan membawa poster bertuliskan "Naamik USA" atau "Tidak untuk AS". Demonstran lainnya meneriakkan "Greenland milik orang Greenland" di luar Gedung Parlemen Greenland.
Advertisement
"Sekarang, lebih dari sebelumnya, sangat penting untuk menunjukkan kepada rakyat AS bahwa kami sudah menyatakan penolakan, bahwa tidak berarti tidak, dan bahwa masa depan serta hak menentukan nasib sendiri Greenland berada di tangan rakyat Greenland," kata Aqqalukkuluk Fontain, pengorganisasi aksi protes terhadap pembukaan konsulat tersebut dan kedatangan Gubernur Louisiana Jeff Landry dari Partai Republik, yang merupakan utusan khusus AS.
Seperti dikutip The Hill, Fontain menegaskan bahwa aksi protes tersebut bukan untuk memprovokasi Donald Trump maupun Landry, melainkan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Greenland memiliki demokrasinya sendiri.
Fontain memperingatkan bahwa keterlibatan AS di Greenland sangat berbahaya, seraya menambahkan bahwa "jika Greenland jatuh, dunia akan jatuh dan hal itu bisa memicu Perang Dunia III".
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dan sejumlah politikus lainnya menolak undangan untuk menghadiri pembukaan konsulat tersebut.
Christian Keldsen, kepala eksekutif Asosiasi Bisnis Greenland yang menyelenggarakan konferensi Future Greenland, mengatakan Landry tidak mendapatkan sambutan seperti yang diharapkannya.
"Tiga bulan lalu Greenland berada di bawah ancaman invasi dan pengambilalihan, dan dia (Landry) adalah salah satu orang yang mendukung pernyataan itu," kata Keldsen. "Kini, tiga bulan kemudian, Anda datang ke sini untuk berteman, membagikan cokelat kepada anak-anak, serta topi MAGA."
Landry, yang meninggalkan Nuuk pada Rabu (20/5) malam, mengatakan kepada AFP bahwa sudah saatnya AS kembali menancapkan jejaknya di Greenland.
"Greenland membutuhkan AS. Saya pikir Anda melihat presiden berbicara tentang peningkatan operasi keamanan nasional dan mengaktifkan kembali beberapa pangkalan di Greenland," ujarnya.
Politikus Partai Republik dari Louisiana itu sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Trump telah menempatkan Greenland di peta setelah menyerukan agar AS mencaplok pulau Arktik tersebut pada awal tahun ini.
Pernyataan itu memicu meningkatnya ketegangan, disertai ancaman pengambilalihan wilayah Greenland secara militer. Situasi tersebut kemudian mendorong lahirnya sejumlah kesepakatan baru dengan Denmark, anggota NATO yang menaungi wilayah Greenland.