Bank Century Seksi Tapi Penuh Isu Politik

Himbara menyatakan banyaknya isu politik yang membayangi penjualan Bank Century akan menyulitkan proses penjualan.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 10 Sep 2013, 20:32 WIB
Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Gatot M Suwondo menilai aset PT Bank Century yang bakal kembali dilelang Lembaga Penjamina Simpanan (LPS) sebetulnya menarik minat investor. Sayang, banyaknya isu politik dari bank yang semula bernama Bank Mutiara, membuat investor enggan membelinya.

Dari sisi aset, Himbara mengungkapkan aset dari bank tersebut sebetulnya telah mencapai triliunan rupiah.

"Century itu bagus dan punya aset Rp 30 triliun. Tapi yang tidak tahan adalah tingginya isu politik di bank itu," ujar dia saat ditemui di acara Danareksa Macro Forum di Jakarta, Selasa (11/9/2013).

Bank Century, lanjut Gatot, termasuk dalam kategori perbankan yang menguasai pasar di Indonesia. Dari 123 bank di tanah air, Bank Century masuk dalam 20-25 bank yang menguasai 85% pasar perbankan. "Mungkin dari 20 perbankan itu mau membantu? atau mau membeli?" guyon dia.

Gara-gara isu politik tersebut, LPS diperkirakan akan sulit menarik investor untuk membeli bank tersebut. Padahal Century sudah ditawarkan ke sejumlah bank maupun investor.

"Selama isu politik tidak terselesaikan, maka akan susah untuk dibeli. Banking Indonesia punya fundamental keuangan yang cukup kuat dan prudent," paparnya.

Gatot mengingatkan semua kalangan bahwa Indonesia harus menghadapi persaingan dengan perbankan dari negara-negara lain setelah tahun 2020. Dengan kekuatan yang dimiliki, perbankan Indonesia justru tak bisa menggunakan kemampuan tersebut.

"Tapi yang takut bukan Indonesia karena kita sudah liberal. Mana ada asing yang bisa kuasai 99% saham, sedangkan Amerika Serikat (AS) saja membatasinya," tegas Gatot.(Fik/Shd)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya