BMKG: Potensi Hujan Sangat Lebat Sepekan ke Depan, Masyarakat Diimbau Waspada Potensi Bencana

BMKG memprakirakan potensi hujan intensitas tinggi atau lebat dalam sepekan kedepan di sebagian wilayah Indonesia.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 05 Februari 2026, 08:25 WIB
Kenderaan melintas saat hujan di Bundaran HI, Jakarta, Senin (1/11/2021). BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir, dan angin kencang untuk berbagai wilayah di Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan potensi hujan intensitas tinggi atau lebat dalam sepekan kedepan di sebagian wilayah Indonesia.

"Secara umum, dalam sepekan kedepan potensi hujan masih cukup tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia," ujar Prakirawan Cuaca BMKG, Nurma Yati dalam keterangannya kepada Liputan6.com, Kamis (5/2/2026).

dengan wilayah yang perlu waspada mengalami peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat diantaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan," sambung dia.

Untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat akan meningkat pada tanggal 7 Februari 2026, di antaranya wilayah Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, dan Kabupaten Bogor.

"Selama periode musim hujan, khususnya bulan Januari dan Februari untuk sebagian wilayah Indonesia potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Tingkat intensitasnya bervariasi, tergantung pada fenomena pemicunya," papar Nurma Yati.

 

Potensi Bencana Hidrometeorologi

Warga mengenakan jas hujan saat melintasi JPO di Jalan Raya Casablanca, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2022). BMKG memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang akan terjadi hingga April ini di wilayah Jabodetabek. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Lebih lanjut, Nurma menuturkan adanya potensi bencana hidrometeorologi yang disebabkan karena curah hujan tinggi, seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi yang perlu diwaspadai, khususnya bagi daerah rawan bencana.

"Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi yang tetap perlu diwaspadai," terang dia.

Sebagai tambahan, Nurma mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi resmi seperti BMKG, guna meningkatkan antisipasi terhadap potensi bencana.

"Masyarakat disarankan untuk rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi resmi serta meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang historisnya rawan banjir, longsor, maupun gelombang tinggi," papar dia.

 

Faktor Penyebab Hujan

Kenderaan melintas saat hujan di Bundaran HI, Jakarta, Senin (1/11/2021). BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir, dan angin kencang untuk berbagai wilayah di Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Nurma Yati mengatakan, curah hujan yang signifikan pada beberapa waktu terakhir ini diakibatkan oleh adanya aktivitas Monsun Asia yang membawa massa udara dingin dari wilayah Asia.

Selain itu, di wilayah Selat Karimata kecepatan angin masih menguat yang mendeteksi adanya aktivitas Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS).

"Lalu wilayah barat dan selatan Indonesia juga teramati angin baratan yang menguat sehingga mengakibatkan terjadinya konvergensi dan konfluensi," ucap dia.

"Ini dapat meningkatkan pembentukan awan konvektif, yang mengakibatkan peningkatan tutupan awan dan hujan sehingga mengurangi pemanasan matahari pada siang hari," tandas Nurma.

Infografis Habis Hujan Deras Terbitlah Banjir Jakarta (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya