Cara Membuat Eco Enzyme Sendiri di Rumah dengan Bahan Sederhana, Mudah Dilakukan

Simak cara membuat eco enzyme sendiri di rumah menggunakan bahan sederhana seperti kulit buah. Yuk manfaatkan limbah organik.

oleh Edelweis LararenjanaDiterbitkan 26 Januari 2026, 18:16 WIB
Cara Membuat Eco Enzyme Sendiri di Rumah dengan Bahan Sederhana. Foto: Gemini

Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka sisa kulit buah dan sayur di dapur bisa disulap menjadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan? Eco enzyme, atau enzim ramah lingkungan, kini semakin populer karena manfaatnya yang luas, mulai dari pembersih rumah tangga hingga pupuk alami untuk tanaman.

Sri Martini (51), Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Jogja yang aktif mengelola sampah anorganik di Kota Yogyakarta, juga adalah seorang praktisi eco enzyme sejak tahun 2020. Ia kerap memberikan pelatihan untuk warga Yogyakarta terkait pengelolaan dan pemberdayaan sampah. Dalam wawancara daring bersama Liputan6.com pada Minggu, 25 Januari 2026, ia menegaskan bahwa proses pembuatan eco enzyme sebenarnya sederhana, aman, dan bisa dilakukan di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapat.

Membuat eco enzyme sendiri tak memerlukan peralatan mahal atau bahan kimia berbahaya. Hanya dengan gula, kulit buah atau sayur, dan air, Anda sudah bisa memulai fermentasi yang akan menghasilkan cairan penuh manfaat ini. Simak langkah demi langkah cara membuat eco enzyme di rumah, lengkap dengan tips agar hasil fermentasi selalu sukses.

Mengenal Apa Itu Eco Enzyme

Cara Membuat Eco Enzyme Sendiri di Rumah/AI

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, seperti kulit buah atau sayur mentah, yang dicampur dengan gula dan air. Proses fermentasi ini berlangsung secara alami selama kurang lebih tiga bulan hingga menghasilkan cairan beraroma asam segar yang kaya akan enzim dan mikroorganisme baik. Cairan inilah yang kemudian dikenal sebagai eco enzyme.

"Saya tertarik membuat eco enzyme karena manfaatnya sangat luar biasa dan luas. Bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Sri Martini.

Selain mudah dibuat, eco enzyme juga aman digunakan karena berasal dari bahan alami tanpa campuran bahan kimia. Tak heran jika eco enzyme banyak dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pengurai limbah organik, hingga pendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

Cara Membuat Eco Enzyme Sendiri di Rumah/AI

Membuat eco enzyme di rumah sangat mudah dilakukan karena hanya membutuhkan tiga bahan dasar yang mudah didapat yakni gula, bahan organik berupa kulit buah atau sayur, dan air. Ketiga bahan ini memiliki peran penting dalam proses fermentasi yang akan menghasilkan cairan kaya enzim.

Gula berfungsi sebagai “makanan” bagi mikroorganisme yang bekerja selama fermentasi. Tanpa gula, mikroba tidak memiliki sumber energi untuk menguraikan bahan organik, sehingga fermentasi tidak akan maksimal. Kulit buah atau sayur, selain berperan sebagai sumber bahan organik, juga mengandung mikroorganisme alami yang membantu proses fermentasi berjalan lebih efektif.

Sementara air menjadi media yang melarutkan gula dan bahan organik, sekaligus menciptakan lingkungan ideal bagi mikroba untuk berkembang. Untuk pemula, Sri menyarankan perbandingan bahan yang ideal adalah 1:3:10.

"Takaran pembuatan eco enzyme adalah 1:3:10 dengan 1 bagian gula, 3 bagian bahan organic/kulit buah, dan 10 bagian air," ungkapnya.

Takaran ini dianggap seimbang sehingga fermentasi bisa berlangsung lancar tanpa menimbulkan masalah seperti munculnya belatung atau jamur yang berlebihan. Dengan perbandingan ini, siapa pun bisa mencoba membuat eco enzyme di rumah dengan hasil yang konsisten dan aman digunakan.

Cara Membuat Eco Enzyme Sendiri di Rumah

Cara Membuat Eco Enzyme Sendiri di Rumah/AI

Bahan-Bahan:

  • Kulit buah atau sayur (pisang, jeruk, apel, atau sayur seperti wortel/ketimun), dipotong kecil-kecil.
  • Gula (gula pasir, gula merah, atau gula aren) sebagai sumber makanan mikroorganisme.
  • Air bersih sebagai media fermentasi.

Perbandingan ideal: 1 bagian gula : 3 bagian bahan organik : 10 bagian air.

Misal: 100 gram gula, 300 gram kulit buah/sayur, dan 1 liter air.

Langkah Pembuatan:

  1. Pertama-tama, siapkan wadah plastik bersih yang memiliki tutup rapat. Wadah plastik lebih aman dibanding kaca atau logam karena fermentasi menghasilkan gas yang bisa membuat kaca retak atau bereaksi dengan logam. Setelah itu, kumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan: kulit buah atau sayur, gula, dan air. Untuk pemula, gunakan perbandingan ideal 1 bagian gula, 3 bagian kulit buah/sayur, dan 10 bagian air. Misalnya, 100 gram gula, 300 gram kulit buah, dan 1 liter air.
  2. Selanjutnya, tuangkan air ke dalam wadah dan masukkan gula. Aduk perlahan hingga gula larut sepenuhnya. Gula berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme untuk memulai proses fermentasi, sehingga larutnya gula secara merata sangat penting agar fermentasi berjalan maksimal.
  3. Setelah gula larut, masukkan kulit buah atau sayur ke dalam larutan. Potong bahan organik menjadi ukuran kecil agar fermentasi lebih cepat dan merata. Aduk perlahan agar semua bahan tercampur dengan baik. Kamu bisa memadukan beberapa jenis kulit buah atau sayur untuk menghasilkan eco enzyme yang lebih kaya nutrisi dan aroma.
  4. Kemudian, tutup rapat wadah dan jangan lupa menuliskan tanggal pembuatan, jenis bahan yang digunakan, serta perkiraan tanggal panen. Menurut Sri, langkah ini penting supaya kita bisa memantau fermentasi dengan mudah dan tahu kapan cairan siap digunakan.
  5. Setelah itu, simpan wadah di tempat teduh dan jauh dari sinar matahari langsung. Biarkan proses fermentasi berlangsung sekitar tiga bulan. Selama periode ini, sesekali buka tutup sebentar untuk melepaskan gas yang terbentuk. Perhatikan aromanya: jika tercium aroma asam segar, berarti fermentasi berjalan baik. Namun, jika muncul bau busuk, jamur hitam, atau belatung, berarti fermentasi gagal dan perlu dibuang.
  6. Setelah tiga bulan, saring cairan untuk memisahkan ampas kulit buah atau sayur. Cairan yang dihasilkan inilah yang disebut eco enzyme. Simpan dalam wadah bersih dan tertutup rapat.

Menariknya, eco enzyme tidak memiliki masa kadaluwarsa selama disimpan dengan baik, sehingga bisa digunakan kapan saja. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Sri Martini, "Selamanya  tidak ada masa kadaluarsa," jawabnya perihal berapa lama eco enzyme dapat digunakan setelah matang.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, eco enzyme siap digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga. Kamu bisa mencampurnya dengan air untuk membersihkan lantai, meja, atau kamar mandi, atau digunakan sebagai pupuk cair alami untuk tanaman. Tentunya aman, ramah lingkungan, dan karena merupakan hasil fermentasi sendiri pasti lebih puas saat menggunakannya.

Tips Agar Hasil Fermentasi Eco Enzyme Selalu Sukses

Cara Membuat Eco Enzyme Sendiri di Rumah/AI

Membuat eco enzyme sebenarnya mudah, tapi ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan supaya hasil fermentasi optimal dan aman digunakan. Berikut tips dari Sri Martini yang bisa kamu praktikkan di rumah:

1. Gunakan Bahan yang Bersih dan Segar

Pastikan kulit buah atau sayur yang akan difermentasi bersih dan bebas busuk. Cucilah bahan organik dengan air bersih sebelum dimasukkan ke wadah. Buah yang segar dan belum terkontaminasi jamur akan menghasilkan eco enzyme yang lebih berkualitas, aroma lebih segar, dan fermentasi lebih stabil.

2. Perhatikan Perbandingan Bahan

Perbandingan yang ideal adalah 1 bagian gula : 3 bagian bahan organik : 10 bagian air. Terlalu banyak gula bisa membuat fermentasi terlalu manis dan berisiko berjamur, sementara terlalu sedikit gula bisa memperlambat fermentasi. Perbandingan yang tepat akan menjaga keseimbangan mikroba sehingga fermentasi berjalan lancar.

3. Pilih Wadah yang Tepat

Gunakan wadah plastik bersih dengan tutup rapat. Hindari kaca atau logam karena bisa pecah atau bereaksi dengan fermentasi. Wadah yang rapat juga mencegah masuknya serangga atau debu yang bisa mengganggu proses. 

"Disarankan menggunakan wadah yang berbahan plastic bertutup rapat. Hindari bahan dari kaca dan logam untuk fermentasi eco enzyme," jelas Sri Martini.

4. Simpan di Tempat Teduh

Eco enzyme perlu fermentasi selama sekitar tiga bulan. Simpan wadah di tempat teduh dan sejuk, jauh dari sinar matahari langsung. Panas berlebih atau sinar matahari dapat mempercepat pembusukan dan menyebabkan aroma tidak sedap.

5. Periksa Secara Berkala

Sesekali buka tutup wadah sebentar untuk melepas gas yang terbentuk selama fermentasi. Periksa aroma dan tampilan larutan: aroma asam segar menandakan fermentasi berhasil, sementara bau busuk, jamur hitam, atau belatung menandakan fermentasi gagal.

6. Aduk Jika Perlu

Untuk pemula, mengaduk larutan 1–2 kali seminggu bisa membantu fermentasi lebih merata. Namun, jangan terlalu sering membuka tutup wadah karena udara bisa masuk dan meningkatkan risiko kontaminasi.

7. Catat Tanggal dan Bahan

Selalu tulis tanggal pembuatan dan jenis bahan yang digunakan pada wadah. Ini memudahkan memantau proses fermentasi dan memprediksi kapan eco enzyme siap dipanen.

8. Bersabar

Fermentasi eco enzyme membutuhkan waktu, sekitar 3 bulan. Jangan tergoda untuk memanen lebih cepat karena enzim belum maksimal. Kesabaran akan menghasilkan eco enzyme berkualitas tinggi, aroma segar, dan manfaat optimal untuk rumah tangga maupun tanaman.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa itu eco enzyme?

Eco enzyme adalah cairan hasil fermentasi kulit buah atau sayur dengan gula dan air, kaya akan enzim alami yang dapat digunakan untuk pembersih rumah, pupuk tanaman, dan ramah lingkungan.

2. Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat eco enzyme di rumah?

Cukup tiga bahan: kulit buah/sayur, gula, dan air dengan perbandingan 1:3:10.

3. Berapa lama proses fermentasi eco enzyme?

Fermentasi berlangsung sekitar 3 bulan hingga menghasilkan aroma asam segar dan pH di bawah 4.

4. Bagaimana cara menyimpan eco enzyme agar tahan lama?

Simpan dalam wadah bersih dan tertutup rapat di tempat sejuk dan teduh. Eco enzyme bisa digunakan tanpa masa kadaluarsa.

5. Apa tanda eco enzyme gagal difermentasi?

Tanda gagal meliputi aroma busuk, munculnya jamur hitam atau kapas, atau belatung di dalam wadah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya