Pemulihan Lahan Bencana Sumatera Bakal Pakai Anggaran Cetak Sawah

Pemerintah menilai pemulihan lahan pertanian pascabencana menjadi prioritas

oleh Tira SantiaDiterbitkan 09 Desember 2025, 20:15 WIB
Di provinsi Aceh, banjir bandang juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah seperti Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan. Tampak dalam foto, warga memeriksa kerusakan akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Kamis 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah membuka peluang mengalihkan program cetak sawah untuk mendukung pemulihan lahan pertanian di wilayah terdampak bencana di Sumatera. 

Direktur Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan, Tri Budhianto, menegaskan anggaran untuk cetak sawah dan optimalisasi lahan pada dasarnya tersedia setiap tahun dalam APBN.

“Sebetulnya, gini anggaran untuk cetak sawah untuk optimalisasi lahan itu setiap tahun ada lokasinya mungkin yang berbeda beda,” kata Tri dalam acara Kunjungan Kerja PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan Kementerian Keuangan ke Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/12/2025).

Menurut Tri, yang membedakan hanyalah lokasi atau fokus pelaksanaannya. Jika pemerintah menilai pemulihan lahan pertanian pascabencana menjadi prioritas, maka program cetak sawah yang sudah dianggarkan dapat difokuskan ke wilayah terdampak tanpa harus menunggu penyediaan anggaran baru.

“Jadi, kalau disampaikan bahwa nanti akan dihandle oleh pemerintah kan sebetulnya tinggal kementerian pertanian ini misalkan memfokuskan untuk tahun depan itu memulihkan lahan yang ada di wilayah bencana dulu,” ujarnya.

Dengan demikian, seluruh anggaran yang ada untuk cetak sawah dapat dikerahkan guna mendukung pemulihan lahan pertanian.

 

 

 

 

Alokasi Anggaran Siap, Fokus Tinggal Pengalihan Lokasi

Warga desa memotong kayu-kayu yang hanyut oleh banjir bandang di Garoga, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis 4 Desember 2025. Banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang terjadi pada akhir November 2025 lalu membawa serta kayu-kayu gelondongan dalam jumlah besar. (YT HARIONO/AFP)

Tri menjelaskan, secara prinsip anggaran untuk cetak sawah pada tahun depan sudah tersedia dan dapat dilaksanakan. 

“Jadi, anggaran yang ada untuk cetak sawah untuk pemulihan atau optimalisasi lahan bisa semua dikerahkan, locus nya yang difokuskan di sana dulu,” jelas Tri.

Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua lahan pascabencana dapat langsung dijadikan sawah atau lahan tanam, sehingga membutuhkan penanganan atau treatment tertentu sesuai kondisi lapangan.

“Anggarannya sudah bisa tersedia sudah bisa dilaksanakan ya walaupun kita mesti akan melihat ya kan tidak semua lahan bisa dijadikan sawah, tidak semua lahan bisa dijadikan tempat untuk menanam. Nah, itu pasti ada treatment nya,” ujarnya.

Pemulihan Lahan Pertanian Bencana Tak Bisa Instan

Sejak Senin (24/11/2025), banjir bandang dan tanah longsor besar menerjang Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Tampak pemandangan desa yang terdampak banjir bandang di Batang Toru, Sumatera Utara, Senin 1 Desember 2025. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Ia juga menekankan bahwa proses pemulihan lahan pertanian tidak bisa dilakukan secara instan. Setelah bencana terjadi, lahan harus melalui tahap pembersihan dan pemulihan kondisi tanah sebelum dapat diolah kembali untuk kegiatan pertanian.

“Kalau kita lihat pun ada alokasi untuk cetak sawah. berarti tinggal locus nya saja sementara dialihkan dulu untuk wilayah bencana untuk pemulihan dan itupun tidak bisa langsung ya, kan kita proses terjadinya bencana kan tidak bisa langsung diolah. pasti ada pembersihan dan sebagainya lah,” ujarnya.

Meski demikian, Tri menegaskan bahwa secara kebijakan pengalihan fokus program cetak sawah ke wilayah bencana sangat dimungkinkan.

“Tapi prinsipnya adalah itu dimungkinkan. gitu ya karena anggarannya memang tahun depan ada tinggal kita mengalihkan locus nya dulu semuanya difokuskan di wilayah yang bencana itu,” pungkasnya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya