Liputan6.com, Jakarta - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 100 miliar di 2026. Untuk membangun fasilitas perakitan kendaraan listrik (EV) hingga pengembangannya.
Direktur VKTR Achmad Amri Aswono menuturkan, belanja modal perseroan pada 2025 utamanya dilakukan untuk pengadaan tanah pada fasilitas perakitan pertamanya di Magelang, Jawa Tengah, untuk lokasi pembangunan assembly facility.
Advertisement
"Kemudian untuk tahun 2026, capex kita berkisar di sekitar 100 miliar. Sekitar 20 persen untuk capex baru, dalam hal ini adalah pembelian prototipe dan pengembangannya atau R&D kita, sementara 80 persen sisanya adalah untuk after sales maintenance," ujar dia, Jumat, 5 Desember 2025, dikutip Sabtu (6/12/2025).
"Kita tidak hanya jualan produk, tapi kami juga memberikan after sales maintenance yang dibutuhkan oleh customer kita," Amri menambahkan.
Menurut dia, investasi tersebut lumayan besar lantaran perseroan bakal menganggarkan untuk penyimpanan sparepart, sektor perbaikan, hingga pengadaan tenaga teknisi.
"Dan ini relatively karena penjualan kita proyeksikan cukup besar, kita juga butuh fasilitas untuk after sales maintenance yang cukup besar juga," ujar Amri.
Laba Bersih Rp 717 Miliar
Amri juga menyampaikan laporan kinerja keuangan VKTR hingga kuartal III 2025. Perseroan membukukan penjualan bersih Rp 716,9 miliar, tumbuh 11 persen secara tahunan (YoY) dibanding kuartal III 2024.
"Pertumbuhan ini utamanya didukung oleh segmen penjualan kendaraan listrik yang tumbuh signifikan, lebih dari 100 persen year-on-year dibanding dengan Q3 2024," ujar dia.
Di sisi laba rugi, perseroan mengalami penurunan akibat kenaikan beban penyusutan bersifat non-cash. Setelah selesainya pembangunan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, serta adanya peningkatan beban keuangan untuk modal kerja perseroan.
Emiten Bakrie Group VKTR Suplai 80 Bus Listrik Transjakarta hingga 2026
Sebelumnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebagai emiten milik Bakrie Group memenangkan tender baru dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Untuk pengadaan 80 unit bus listrik berukuran 12 meter. Proses pengadaan armada akan dilakukan pada 2025-2026.
"Hingga akhir 2025 akan di-deliver sebanyak 50 unit bus, dan sisanya 30 unit bus akan di-deliver bertahap hingga awal 2026," jelas Direktur VKTR Valentinus Bimo Kurniatomoko dalam sesi paparan publik tahunan perseroan, Jumat (5/12/2025).
Selain pengadaan 80 bus listrik Transjakarta, VKTR juga akan mengirimkan 5 unit truk sampah dan juga 5 unit truk sampah listrik tipe compactor kepada Pemerintah Daerah (Pemda) di DKI Jakarta pada akhir 2025.
Tangkap Peluang Kendaraan Listrik
Direktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Dino Ahmad Ryandi menambahkan, pihaknya terus menangkap peluang kendaraan listrik (EV) di Indonesia, sebagai salah satu pasar kendaraan terbesar di dunia.
Terkhusus di Jakarta, dengan target pengadaan bus rapid transit (BRT) sebanyak 10.000 unit di 2030. VKTR menargetkan 30 persen market share, dengan estimasi sekitar 3.000 unit bus listrik di Jakarta pada 2030.
Di samping bus listrik, terdapat juga pasar truk listrik dengan proyeksi kebutuhan kumulatif hingga 2030 yang mencapai 23.700 unit. Perseroaan menargetkan sekitar 10 persen market share dengan estimasi sekitar 3.000 unit bus listrik.
"Terdapat juga pasar truk listrik dengan proyeksi kebutuhan kumulatif hingga tahun 2030 yang mencapai sekitar 23.700 unit, dan VKTR menargetkan sekitar 10 persen market share dengan estimasi sekitar 3.000 unit bus listrik," ujar Dino.