Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan, penanganan pascabencana Sumatra perlahan sudah memulai memperlihatkan hasil.
"Kondisi di lapangan kalau kami perhatikan, kami monitor terus dari beberapa Bupati di Sumbar, di Sumatra Utara, dan di Aceh, kondisinya makin tertangani dengan baik," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Advertisement
Muzani menyadari memang sejumlah akses antar desa dan kabupaten masih ada yang terputus. "Tetapi hubungan yang terputus itu mulai ada connecting," ungkap dia.
Politikus Gerindra pun sempat menyinggung soal ada desakan penetapan status bencana nasional. Namun, menurut dia, pemerintah dalam hal ini punya hitungannya sendiri.
"Mungkin saya coba ditanya, tapi saya kira karena kondisinya juga sudah mulai terang, listrik, BBM, bantuan-bantuan juga sudah mulai, meskipun juga masih ada kekurangan-kekurangan," jelas dia.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dalam bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Data hingga Kamis (4/12) pagi, korban meninggal bertambah mencapai 776 orang.
Berdasarkan data yang ditampilkan dalam situs resmi BNPB, jumlah korban hilang sebanyak 564 orang di tiga provinsi terdampak tersebut dan 2.600 orang luka-luka.
Rincian korban meninggal di antaranya, Aceh sebanyak 277 orang meninggal, 193 korban hilang dan 1.800 luka-luka. Kemudian di Sumut, korban meninggal mencapai 299 orang, korban hilang 159 orang dan 610 luka-luka.
Di Sumbar, korban meninggal sebanyak 200 orang dan 212 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan 111 orang luka-luka. Sementara, total warga terdampak banjir besar di Aceh, Sumut, dan Sumbar tembus 3,3 juta jiwa.
Data Kerusakan
BNPB juga melaporkan dampak kerusakan akibat banjir di tiga provinsi di Sumatra tersebut. Infrastruktur yang rusak di Aceh meliputi 204 jembatan, 75 fasilitas pendidikan, 99 kantor, 48 rumah ibadah, dan 5.200 rumah.
Di Sumut, infrastruktur yang rusak meliputi 27 jembatan, 19 rumah ibadah, 1 fasilitas kesehatan, dan 2.400 rumah. Sementara di Sumbar, Infrastruktur yang rusak di antaranya 64 jembatan, 65 rumah ibadah, 8 fasilitas kesehatan, 1 kantor, 84 fasilitas pendidikan, dan 2.800 rumah.