Cerita Yasika Aulia, Putri Wakil Ketua DPRD Sulsel Kelola 41 Dapur MBG

Sosok Yasika Aulia Ramadhani viral karena masih muda sudah mengelola puluhan dapur MBG. Selain itu, posisinya sebagai anak seorang pejabat politik.

oleh FauzanDiterbitkan 19 November 2025, 18:41 WIB
Yasika Aulia Ramadhani kelola 42 dapur SPPG di Sulsel. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Beberapa hari terakhir, nama Yasika Aulia Ramadhani menjadi perhatian publik. Gadis berusia 20 tahun itu diketahui mengelola total 41 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dia juga merupakan anak pertama Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud. Yasika menjabat Pembina Yayasan Yasika Group. Dapur MBG yang dikelola yayasannya tersebar di 16 lokasi di Kota Makassar, 3 dapur di Kota Parepare, 2 dapur di Kabupaten Gowa, serta 10 dapur baru di Kabupaten Bone. Selain itu, terdapat 3 dapur tambahan yang masih dalam tahap penyelesaian di beberapa kecamatan di Bone. 

Pada Jumat (14/11/2025), Yasika meresmikan langsung 10 dapur MBG baru yang telah rampung pembangunannya. Peresmian dipusatkan di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurungnge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. 

Dalam sambutannya, Yasika mengaku telah mengoperasikan 41 dapur SPPG di seluruh Sulawesi Selatan. Dia mengatakan, langkah bisnis tersebut sudah berlangsung sejak awal tahun 2025.

“Sejak 6 Januari 2025, kami memulai dari Makassar sebagai pelopor makanan bergizi di Sulsel. Melalui Asta Cita MBG, kami ingin mempercepat pemenuhan gizi anak bangsa,” kata Yasika. 

Yasika menegaskan bahwa dapur MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap perekonomian daerah, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja.

Saat ini, terdapat 17 dapur yang beroperasi penuh, masing-masing menyerap sekitar 50 pekerja. Dengan demikian, sekitar 850 tenaga kerja terlibat dalam program tersebut. Hingga kini, penerima manfaat program MBG disebut telah mencapai 60 ribu orang.

Bangunan dapur dirancang menggunakan standar tinggi dengan masa pakai 30–35 tahun dan dilengkapi peralatan modern dari Gastro.

“Dapur-dapur MBG menggerakkan ekonomi lokal karena seluruh bahan baku dipasok dari petani, peternak, dan pekebun,” jelasnya.

Kegiatan peresmian turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, serta sejumlah legislator Sulsel.

Yasika Aulia Ramadhani kelola 42 dapur SPPG di Sulsel. (istimewa)

Dipuji Wakil Gubernur Sulsel

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi memuji kolaborasi pemerintah dan pihak swasta dalam memperluas layanan pemenuhan gizi melalui SPPG. 

“Selamat atas peresmian SPPG dan 10 dapur bergizi di Bone. Ini adalah bukti komitmen pemerintah dan mitra daerah,” ujar Fatmawati.

Dia juga memuji kontribusi besar Yasika Group dalam pengembangan ekonomi lokal. Terlebih jumlah dapur yang dikelola mencapai lebih dari 40 unit.

“Yasika Group telah menghadirkan lebih dari 40 dapur. Ini kontribusi nyata Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud dalam membangun ekonomi daerah,” tambahnya. 

Menurut Fatmawati, kehadiran SPPG memberikan efek ganda bagi masyarakat, mulai dari membuka lapangan pekerjaan hingga memastikan pemenuhan gizi anak.

“SPPG memberikan multiefek ekonomi, menekan pengangguran, sekaligus memastikan kecerdasan dan kesehatan anak melalui pemenuhan gizi,” tegasnya.

 

Mendapat Sorotan Publik

Meski mendapat apresiasi, pengelolaan 41 dapur MBG oleh Yasika Group juga menuai sorotan publik. Lantaran sosok Yasika Aulia Ramadhani yang masih muda sudah mengelola puluhan dapur MBG. Selain itu, posisinya sebagai anak seorang pejabat politik. Apalagi berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN) setiap yayasan hanya boleh mengelola maksimal 10 dapur. 

Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel, Marji Rumpak, enggan memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi soal polemik tersebut. Liputan6.com mencoba mempertanyakan terkait bagaimana fungsi pengawasan yang seharusnya diemban oleh seorang Wakil Ketua DPRD.  

“Aduh, saya tidak bisa berkomentar soal itu,” ujar Marji saat dihubungi Liputan6.com melalui sambungan telepon, Selasa (18/11/2025).

Liputan6.com juga telah berupaya meminta konfirmasi kepada Yasir Machmud dan Yasika Aulia Ramadhani, namun hingga berita ini diterbitkan, pesan singkat dan panggilan telepon belum mendapat respons.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya