Liputan6.com, Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola gerai Alfamart mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi laba merosot pada Januari-September 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (2/11/2025), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk meraup pendapatan Rp 94,47 triliun pada Januari-September 2025. Pendapatan bersih itu naik 7,09% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 88,21 triliun.
Advertisement
Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 74,17 triliun hingga kuartal III 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 69,34 triliun. Namun, perseroan mampu meraup laba bruto sebesar Rp 20,30 triliun. Laba bruto itu tumbuh 7,6% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 18,86 triliun.
Perseroan membukukan kenaikan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp 16,55 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 15,04 triliun.
Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,7 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,57 triliun. Beban lainnya turun menjadi Rp 67,38 miliar hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 76,80 triliun.
Pendapatan lainnya naik menjadi Rp 980,82 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 924,61 miliar.
Laba usaha perseroan susut 4,73% menjadi Rp 2,95 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,10 triliun. Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 3,49% menjadi Rp 2,31 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,39 triliun.
Seiring kinerja itu, perseroan membukukan laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 55,75 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 57,77.
Total ekuitas naik menjadi Rp 18,61 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 17,69 triliun. Liabilitas bertambah menjadi Rp 21,40 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 21,10 triliun.
Aset naik menjadi Rp 40,02 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 38,7 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 3,77 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 4,84 triliun.
Kinerja AMRT pada Semester I 2025
Sebelumnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba hingga semester I 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (1/8/2025), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mencatat pendapatan bersih Rp 63,81 triliun hingga Juni 2025. Pendapatan tersebut naik tipis 7,75% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 59,21 triliun.
Beban pokok pendapatan bertambah 7,28% menjadi Rp 49,82 triliun hingga Juni 2025 dari Juni 2024 sebesar Rp 46,44 triliun.Laba bruto bertambah 9,48% dari Rp 12,77 triliun menjadi Rp 13,98 triliun hingga semester I 2025.
Beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 11,07 triliun hingga semester I 2025 dari semester I 2024 sebesar Rp 9,99 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,13 triliun hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,02 triliun. Pendapatan lainnya naik dari Rp 609,15 miliar hingga semester I 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 636,39 miliar.
Laba AMRT
Sementara itu, laba usaha naik tipis 2,08% menjadi Rp 2,36 triliun hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,31 triliun.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menguat 4,9% menjadi Rp 1,88 triliun hingga semester I 2025 dari semester I 2024 sebesar Rp 1,7 triliun. Dengan demikian laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 45,37 hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 43,21.
Total ekuitas naik menjadi Rp 18,13 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 17,69 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 21,35 triliun hingga semester I 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 21,10 triliun.
Aset naik menjadi Rp39,49 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 18,45 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 4,53 triliun. Hingga 30 Juni 2025.