Militer Myanmar Gerebek Pusat Penipuan Online, Ribuan Orang Ditangkap

Salah satu yang ditemukan dalam penggerebekan adalah Starlink.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 21 Oktober 2025, 15:19 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh militer Myanmar pada 19 Oktober 2025, tampak para tentara berdiri di samping perangkat Starlink saat melakukan penyitaan di pusat penipuan daring KK Park di Myawaddy, Negara Bagian Karen. (Dok. The Myanmar Military True News via Associated Press)   

Liputan6.com, Naypyidaw - Militer Myanmar telah menutup sebuah operasi penipuan daring (online) besar di dekat perbatasan dengan Thailand. Dalam penggerebekan tersebut, lebih dari 2.000 orang ditahan dan puluhan terminal internet satelit Starlink — layanan milik perusahaan SpaceX yang belum memiliki izin operasi di Myanmar — disita. Demikian dilaporkan media setempat pada Senin.

Myanmar selama ini dikenal sebagai pusat jaringan penipuan siber yang menipu orang-orang di seluruh dunia. Modus yang digunakan biasanya dengan membangun hubungan kepercayaan secara daring — melalui rayuan asmara atau tawaran investasi palsu — sebelum menipu korban. Pusat-pusat operasi ini kerap merekrut pekerja asing dengan janji pekerjaan sah, namun setelah tiba, mereka justru ditahan dan dipaksa melakukan aktivitas kriminal.

Kasus penipuan online di kawasan ini kembali menjadi sorotan internasional minggu lalu, setelah Amerika Serikat dan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap para pelaku jaringan penipuan besar di Kamboja, termasuk seorang pengusaha bernama Chen Zhi, yang disebut sebagai dalang di balik operasi penipuan online berskala luas. Ia didakwa oleh pengadilan federal di New York atas tuduhan penipuan dan pencucian uang.

Menurut laporan surat kabar Myanmar Alinn seperti dilansir Associated Press, penggerebekan dilakukan di KK Park — kompleks yang menjadi sorotan karena aktivitas penipuan online. Operasi itu merupakan bagian dari upaya militer yang dimulai sejak awal September untuk memberantas penipuan online, perjudian ilegal, serta kejahatan siber lintas batas. Surat kabar ini memublikasikan foto-foto yang menunjukkan peralatan Starlink yang disita serta prajurit yang terlibat dalam operasi, meski waktu pengambilan gambar belum diketahui.

KK Park terletak di pinggiran Myawaddy, kota dagang utama di perbatasan Myanmar dan Thailand, di Negara Bagian Kayin. Wilayah ini hanya sebagian berada di bawah kendali pemerintah militer dan juga dipengaruhi oleh milisi etnis minoritas.

 

 

 

Kelompok Karen Dituduh Terlibat

Dalam foto yang dirilis oleh militer Myanmar pada 19 Oktober 2025, para tentara disebut melakukan penggerebekan di pusat penipuan daring KK Park yang berlokasi di Myawaddy, Negara Bagian Karen. (Dok. The Myanmar Military True News via Associated Press)

Juru bicara pemerintah militer, Mayjen Zaw Min Tun, menuduh para pemimpin Uni Nasional Karen (KNU) — kelompok bersenjata yang menentang kekuasaan militer — terlibat dalam proyek penipuan di KK Park. Tuduhan ini sebelumnya juga pernah muncul dengan dasar klaim bahwa sebuah perusahaan yang didukung oleh kelompok Karen mengizinkan tanah di lokasi itu disewakan. Namun pihak Karen, yang tergabung dalam gerakan perlawanan terhadap junta militer, membantah keterlibatan mereka.

Laporan Myanmar Alinn menyebutkan bahwa militer menemukan lebih dari 260 bangunan tidak terdaftar dan menyita berbagai peralatan, termasuk 30 unit terminal Starlink. Sebanyak 2.198 orang ditahan, meski kewarganegaraan mereka tidak dijelaskan.

Myanmar telah beberapa kali menindak operasi penipuan online. Pada Februari lalu, bekerja sama dengan Thailand dan di bawah tekanan Tiongkok, kedua negara meluncurkan operasi bersama untuk membebaskan ribuan orang yang menjadi korban perdagangan manusia dari kompleks-kompleks penipuan di wilayah perbatasan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya