BMKG: Jelang Akhir Pekan Jumat 12 September 2025, Sejumlah Kota Besar Indonesia Berpotensi Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi hujan jelang akhir pekan pada Jumat (12/9/2025).

oleh Devira PrastiwiDiperbarui 12 September 2025, 10:56 WIB
Sejumlah kendaraan melintas saat hujan di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/2/2022). BMKG mengungkapkan potensi curah hujan meningkat dan cuaca ekstrem sepanjang 17-23 Februari 2022. Sejumlah wilayah diminta waspada dampak yang terjadi dari cuaca buruk. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi hujan jelang akhir pekan pada Jumat (12/9/2025), sedangkan Bandung, Jawa Barat (Jabar) waspada petir.

Prakirawati BMKG Sentia Arianti dalam siaran prakiraan cuaca menyampaikan, wilayah Sumatera umumnya mengalami hujan ringan, antara lain Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, dan Bandar Lampung.

"Waspadai adanya potensi hujan disertai petir di Kota Pekanbaru," ujar Sentia, melansir Antara, Jumat (12/9/2025).

Ia mengatakan, kondisi cuaca Pulau Jawa umumnya berawan tebal, khususnya Semarang dan Surabaya, hujan ringan di Jakarta dan Yogyakarta, serta hujan sedang di Serang.

"Waspadai adanya potensi hujan disertai petir di Kota Bandung," ucap Sentia.

Kemudian, lanjut dia, cuaca Indonesia di wilayah Bali dan Nusa Tenggara diprakirakan hujan ringan di Denpasar, Mataram, dan Kupang, sedangkan Kalimantan hujan ringan berpotensi terjadi di Palangkaraya dan Banjarmasin.

"Tanjung Selor, Pontianak, dan Samarinda berpotensi hujan disertai petir. Di Sulawesi, cuaca berawan tebal terjadi di Gorontalo, Kendari, dan Makassar, sedangkan hujan ringan diprakirakan di Manado, Palu, dan Mamuju," papar Sentia.

Wilayah timur Indonesia, lanjut dia, diprakirakan hujan ringan di Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke, sedangkan hujan sedang di Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.

"Informasi tersebut merupakan gambaran umum dari cuaca yang diprakirakan terjadi pada hari ini. Untuk informasi yang diperbarui tiap jam, masyarakat dapat mengakses aplikasi Info BMKG, laman web bmkg.go.id, atau media sosial resmi di @infobmkg," tutup Sentia.

 

Prakiraan Cuaca di Jabar Sepekan ke Depan: Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengendara roda dua melintas di Jalan Pagarsih, Kota Bandung, Minggu (3/11/2019). BMKG menyebut November sudah memasuki musim hujan di Jawa Barat. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat dan angin kencang di wilayah Jawa Barat (Jabar) dalam sepekan ke depan dari 11 hingga 17 September 2025.

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, seperti suhu muka laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia serta aktifnya gelombang atmosfer Rossby Equatorial.

"Atmosfer saat ini cukup labil, mulai dari kategori ringan hingga kuat, yang mendukung pembentukan awan hujan berskala lokal," kata Teguh dalam keterangannya di Bandung. Demikian dikutip dari Antara, Kamis 11 September 2025.

Teguh meminta masyarakat khususnya di wilayah Jabar untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

BMKG juga memantau adanya bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia barat Bengkulu. Meski tidak berdampak langsung, keberadaannya berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, khususnya di wilayah selatan Jabar.

"Wilayah seperti Bogor, Depok, Bekasi, Sukabumi, Cianjur, Karawang, hingga Tasikmalaya dan Pangandaran, berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari kedepan," ujarnya.

Untuk wilayah Bandung Raya, BMKG memprakirakan cuaca didominasi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sangat lebat pada siang, sore, dan malam hari.

Suhu udara berkisar 18–31 derajat Celsius dengan kelembapan 60–90 persen. Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 5–18 kilometer per jam.

"Curah hujan di Stasiun Geofisika Bandung per 10 September tercatat 53,3 mm masuk kategori lebat hingga sangat lebat," kata Teguh.

 

BPBD Imbau Warga Jakarta Waspada Cuaca Ekstrem di Tanggal Ini

Warga menaiki sepeda saat hujan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (1/11/2021). BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat untuk berbagai wilayah di Indonesia hingga 6 November 2021. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi selama tiga hari.

Adapun cuaca esktrem diprediksi terjadi mulai 11 hingga 13 September 2025.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah DKI Jakarta diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Oleh sebab itu, BPBD DKI Jakarta menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Intensitas hujan tinggi berpotensi menimbulkan genangan dan banjir di sejumlah titik ibu kota.

"Peringatan dini cuaca tiga hari ke depan berlaku dari tanggal 11–13 September 2025, hujan dengan intensitas sedang–sangat lebat di wilayah DKI Jakarta," kata BPBD DKI Jakarta dalam unggahan resmi di akun Instagram @bpbddkijakarta, dikutip Kamis 11 September 2025.

Masyarakat juga diminta untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalisasi risiko dampak dari cuaca ekstrem.

BPBD mengimbau warga untuk memantau kondisi tinggi muka air secara berkala melalui situs bpbd.jakarta.go.id/waterlevel dan informasi banjir terkini di pantau banjir.jakarta.go.id.

Selain itu, warga dapat melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI. BPBD DKI Jakarta juga menyediakan buku panduan kesiapsiagaan banjir yang bisa diunduh secara daring sebagai panduan mitigasi.

Dalam kondisi darurat, masyarakat diimbau segera menghubungi layanan darurat Jakarta Siaga 112. Layanan ini beroperasi 24 jam untuk memberikan pertolongan cepat terhadap warga yang terdampak bencana.

Kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan dalam mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Mari bersama-sama menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar," katanya.

Infografis Sejumlah Wilayah Indonesia Hadapi Anomali Cuaca Hujan Saat Musim Kemarau. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya