Batal Gabung Manchester United, Legenda Real Madrid Menangis Bahagia

Pada musim panas 2015, Keylor Navas nyaris bergabung dengan Manchester United dalam sebuah transfer pertukaran yang melibatkan kiper David De Gea. Namun, transfer tersebut gagal karena dokumen tak sampai tepat waktu akibat kerusakan mesin faks, sehingga Navas tetap bertahan di Real Madrid.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 02 September 2025, 07:00 WIB
Keylor Navas nyaris gabung Manchester United. (AFP/Sameer Al-Doumy)

Liputan6.com, Jakarta - Pada musim panas 2015, Keylor Navas nyaris bergabung dengan Manchester United dalam sebuah transfer pertukaran yang melibatkan kiper David De Gea. Namun, transfer tersebut gagal karena dokumen tak sampai tepat waktu akibat kerusakan mesin faks, sehingga Navas tetap bertahan di Real Madrid.

Alih-alih kecewa, Navas justru merasakan kelegaan yang mendalam hingga meneteskan air mata bahagia saat menyadari dirinya akan tetap di Madrid, yang sudah dianggapnya sebagai rumah.

Dalam wawancara dengan radio Spanyol Cadena COPE, kiper asal Kosta Rika itu mengaku bahwa ia sempat berada di ruang tunggu bandara Barajas menunggu kepastian.

"Aku menangis malam itu saat tahu aku akan tetap tinggal, semua adalah akumulasi emosi. Aku tidak ingin pergi, Madrid adalah rumahku," ujarnya.


Keylor Navas Bersinar di Real Madrid

Keylor Navas bermain bersama Cristiano Ronaldo selama empat musim di Real Madrid. Kiper asal Kosta Rika ini berstatus bebas transfer setelah meninggalkan PSG musim panas 2024. Sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Monza, tetapi transfer pemian 37 tahun itu tidak terwujud sehingga Navas saat ini masih tersedia secara gratis. (Alain JOCARD / AFP)

Transfer yang batal ini memberikan keuntungan besar bagi kedua pihak. Navas kemudian menjadi kiper utama Real Madrid saat klub tersebut mencatat sejarah dengan memenangkan tiga gelar Liga Champions berturut-turut pertama kali dalam lebih dari 40 tahun.

Selama kariernya di Real Madrid, Navas memenangkan 12 trofi termasuk tiga Liga Champions, empat Piala Dunia Antarklub, dan satu gelar La Liga.

Di sisi lain, De Gea yang akhirnya tetap di Manchester United, tidak meraih kesuksesan Liga Champions, tetapi mengoleksi gelar FA Cup, Europa League, dan dua Piala Liga selama kariernya di United.

 


Lanjutkan Karier ke PSG

1. Keylor Navas - Kehilangan tempat di skuat Real Madrid membuat Navas harus segera mencari pelabuhan baru. Bermodalkan sudah menjuarai Liga Champions menjadi nilai plus dari Navas. (AFP/Gabriel Bouys)

Navas meninggalkan Madrid pada 2019 untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain. Dia akhirnya sempat menjajal Premier League ketika dipinjamkan ke Nottingham Forest pada 2023. 

Setelah meninggalkan PSG pada 2024, Navas melanjutkan karier ke Benua Amerika Meksiko dengan membela Newell's Old Boys dan Pumas UNAM.

 


David de Gea Tinggalkan MU ke Fiorentina

Tak hanya lebih penting dari Ronaldo, David de Gea bisa dikatakan sebagai pemain terbaik Manchester United. Ia selalu menjadi tumbal di muka gawang dari keroposnya lini belakang MU. Jika bukan karena kiper 31 tahun ini, segalanya akan jauh lebih buruk di Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

Sementara itu, De Gea meninggalkan Old Trafford pada 2023 karena kontraknya tidak diperpanjang. Dia sempat rehat setahun sebelum menerima pinangan wakil Italia Fiorentina.

Hingga kini De Gea sudah membela klub berbasis Firenze itu di 44 pertandingan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya