Krisis BBM Jember Teratasi, Bupati Fawait Pastikan Kegiatan Warga Sudah Normal

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa stok BBM di 40 SPBU telah kembali normal dan antrean kendaraan sudah tidak terlihat.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 02 Agustus 2025, 13:12 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait saat konferensi pers Pro Gus’e Update di Puncak Wisata Rembangan, Jumat, 1 Agustus 2025.

Liputan6.com, Jember Pemerintah Kabupaten Jember berhasil menyelesaikan penanganan krisis BBM dengan cepat. Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa stok BBM di 40 SPBU telah kembali normal dan antrean kendaraan sudah tidak terlihat.

Bupati Fawait menyebutkan penanganan cepat krisis BBM ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pusat hingga Pertamina. Bahkan, Jember menjadi daerah tercepat dalam menyelesaikan krisis BBM dibanding wilayah lain yang mengalami masalah serupa.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan kondisi terbaru pasca kelangkaan BBM yang sempat melanda seluruh SPBU di Kabupaten Jember. Bupati menyebutkan bahwa stok BBM di 40 SPBU telah kembali normal dan antrean kendaraan sudah tidak terlihat.

"Jember menjadi kabupaten dengan penanganan krisis BBM paling cepat di Indonesia. Sebagai perbandingan, beberapa daerah seperti Bengkulu butuh waktu berminggu-minggu. Sementara kita hanya empat hari," ujar Bupati Fawait melalui konferensi pers Pro Gus’e Update yang diselenggarakan hari Jumat 1 Agustus 2025 di Puncak Wisata Rembangan.

Dalam acara yang berlangsung di kawasan wisata Rembangan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, anggota Komisi XII DPR RI Bambang Hariyadi, anggota Komisi VI DPR RI Kawendra, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, serta Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus.

“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Jember atas doa dan dukungannya hingga kita bisa melewati krisis ini,” ucapnya.

Pemkab Minta Masyarakat Bersabar, Demi Kenyamanan Jangka Panjang

Bupati Jember Muhammad Fawait saat konferensi pers Pro Gus’e Update di Puncak Wisata Rembangan, Jumat, 1 Agustus 2025.

p>Bupati Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, terutama selama perbaikan jalur Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi masih berlangsung. Koordinasi intens ini untuk  menjamin kelancaran distribusi BBM dan kebutuhan logistik lainnya.

Perbaikan jalur Gumitir ini sangat penting untuk kelancaran dan keamanan perjalanan dalam jangka panjang. Untuk itu, dirinya minta masyarakat dan para pengguna jalan untuk bersabar dan mendukung penuh

“Perbaikan jalan itu untuk kenyamanan dan keamanan jangka panjang, maka kita harus sabar dan support. Mudah-mudahan perbaikan jalan ini bisa dilaksanakan secepatnya dan baik,” ujar Bupati. 

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Jember Regional Jatimbalinus, Hendra Saputra saat konferensi pers Pro Gus’e Update di Puncak Wisata Rembangan, Jumat, 1 Agustus 2025.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Jember Regional Jatimbalinus, Hendra Saputra, menyatakan bahwa seluruh SPBU di Jember telah menerima pasokan BBM secara merata.

“Hari ini, 1 Agustus, distribusi ke seluruh SPBU telah kami selesaikan. Kami memastikan pasokan BBM tetap aman dan akan terus kami kawal di 40 SPBU wilayah Jember,” jelas Hendra.

Aktivitas Sekolah dan ASN Kembali Normal

Bupati Jember Muhammad Fawait saat konferensi pers Pro Gus’e Update di Puncak Wisata Rembangan, Jumat, 1 Agustus 2025.

Seiring krisis BBM yang telah teratasi, Pemkab Jember memutuskan untuk mengembalikan aktivitas masyarakat ke kondisi normal. Kegiatan belajar mengajar yang sempat dilakukan secara daring akan kembali dilaksanakan di sekolah, dan ASN yang sebelumnya menjalankan work from home akan kembali bekerja di kantor mulai hari Senin.

“Senin depan, semua ASN kembali masuk kantor, dan pembelajaran kembali dilakukan secara tatap muka di sekolah,” tegas Fawait.

Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait juga mengumumkan penerimaan beasiswa Program Cinta Bergema. Tahun ini, terdapat 6 kriteria penerima beasiswa. Salah satunya adalah melalui jalur prestasi yang terdiri dari prestasi akademis dan non akademis.

Di sisi non akademis, mereka yang berprestasi di bidang olahraga seperti memperoleh kejuaraan di tingkat provinsi berupa medali perunggu, perak, maupun emas, berhak mendapatkan beasiswa.

"Untuk Porprov aman. Sudah dapat peraih emas, perak perunggu. Ketika mereka diberi bonus beasiswa plus bonus 50 juta, itu menjadi bonus terbesar yang diterima di Provinsi jawa timur, yaitu berasal dari Jember. Itu keberpihakan kami untuk memajukan olahraga di kabupaten Jember,” tutur Bupati Fawait.

Untuk laporan selengkapnya, saksikan konferensi pers PRO GUS'E UPDATE berikut ini.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya