Viral Bullying Siswa di Blitar, Sahroni Dorong Polisi Putus Mata Rantai Kekerasan Anak

Meski masih anak-anak, namun aksi mereka telah menimbulkan luka fisik dan trauma bagi korban.

oleh Tim NewsDiperbarui 24 Juli 2025, 20:46 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni (Nur Habibie/Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Viral di media sosial, seorang siswa baru SMP Negeri 3 Doko di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berinisial WV (12), menjadi korban kekerasan fisik dan perundungan oleh puluhan siswa lain saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Mendengar kejadian itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pun meminta agar para pelaku mendapat pembinaan serius. Meski masih anak-anak, namun aksi mereka telah menimbulkan luka fisik dan trauma bagi korban.

“Saya minta para pelaku utama bullying dan provokator, diberi sanksi dan pembinaan serius. Meski pelaku masih anak-anak, mereka tetap bisa diproses hukum melalui sistem peradilan pidana anak. Selain itu, saya minta polisi harus betul-betul bisa memutus mata rantai kekerasan pada anak dan remaja, karena saya lihat kasusnya sudah terlalu banyak belakangan ini," ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (24/7).

"Mulai dari bullying-lah, pengeroyokanlah, tawuranlah, ini PR besar yang menuntut respons proaktif dan tegas dari kepolisian,” lanjutnya.

 

Edukasi

Sahroni juga mengingatkan agar sekolah selalu mengambil peran aktif dalam melakukan edukasi dan pencegahan aksi bullying.

“Lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah juga harus bisa menghentikan aksi-aksi premanisme ini di ruang kelas mereka. Bisa dengan edukasi terus menerus, melindungi dan responsif terhadap korban, hingga tidak ragu untuk bekerjasama dengan polisi jika dibutuhkan. Pokoknya yang terpenting adalah generasi muda kita harus bisa tumbuh dengan layak tanpa trauma dari kekerasan antara sesamanya. Itu yang jadi PR kita semua,” demikian Sahroni.

Infografis Artis Tersandung Kasus Penyalahgunaan Narkoba (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya