IHSG Merosot pada Awal Sesi Perdagangan, Pelaku Pasar Pantau Perkembangan Dampak Varian Omicron

Pada pembukaan sekitar pukul 09.00 WIB, Senin, 29 November 2021, IHSG turun 0,13 persen ke posisi 6.552,80.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 November 2021, 09:36 WIB
Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin pagi (29/11/2021). Pelemahan IHSG ikuti bursa Asia yang tertekan imbas investor cermati perkembangan varian baru COVID-19 yaitu Omicron.

Pada pembukaan sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,13 persen ke posisi 6.552,80. Pada pukul 09.13 WIB, IHSG susut 0,72 persen ke posisi 6.517. Indeks LQ45 merosot 0,91 persen ke posisi 931,38. Seluruh indeks saham acuan alami koreksi. Pada pukul 09.30 WIB, IHSG turun terbatas 0,08 persen ke posisi 6.555.

Sesi awal perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.555,15 dan terendah 6.510,26. Sebanyak 348 saham melemah sehingga menekan IHSG.

97 saham menguat dan 132 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 156.963. Total volume perdagangan 2,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,5 triliun. Investor asing jual saham Rp 168,71 miliar di seluruh pasar.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali IDXHealth naik 0,92 persen. Indeks sektor saham IDXindustry merosot 1,3 persen, diikuti indeks sektor saham IDXnonsiklikal susut 1,15 persen dan indeks sektor saham IDXsiklikal merosot 1,07 persen.

Mengutip laporan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, pelaku pasar akan mencermati perkembangan dampak varian COVID-19 Omicron terhadap aktivitas ekonomi global dan domestik.

“Mengawali pekan baru, indeks acuan diproyeksikan akan kembali tertekan pada pergerakan di area 6.500-6.754,” tulis NH Korindo Sekuritas Indonesia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Top Gainers dan Losers

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang catat top gainers antara lain:

-Saham HKMU naik 24,39 persen

-Saham SMKL naik 14,47 persen

-Saham LUCK naik 15,83 persen

-Saham KBLV naik 8,58 persen

-Saham CNTX naik 8,57 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham IDEA turun 9,74 persen

-Saham PGJO turun 7,23 persne

-Saham BUKK turun 6,96 persen

-Saham FILM turun 6,98 persen

-Saham TOBA turun 6,93 persen

Aksi Investor Asing

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 13,2 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 4,2 miliar

-Saham MNCN senilai Rp 3,2 miliar

-Saham MIKA senilai Rp 1,8 miliar

-Saham BANK senilai Rp 1,2 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 52,7 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 49,1 miliar

-Saham ASII senilai Rp 43 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 38,2 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 26,1 miliar

Bursa Saham Asia

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia sebagian besar rontok. Indeks Hang Seng turun 0,25 persen, indeks Korea Selatan Kospi melemah 0,33 persen, indeks Shanghai melemah 0,46 persen, indeks Shanghai merosot 0,88 persen dan indeks Taiwan tergelincir 0,05 persen. Sementara itu, indeks Nikkei naik 0,03 persen.

Mengutip laporan Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG turun ke posisi 6.561 pada Jumat pekan lalu seiring ketakutan varian baru COVID-19 yang ditemukan di Afrika Selatan.

Hampir semua sektor saham melemah dengan sektor saham energi dan konsumsi terpukul. Sementara itu, saham Indosat naik seiring perseroan umumkan dividen interim Rp 4,9 triliun pada 2021. Indosat akan bagikan dividen interim Rp 920 per saham dengan yield dividen 12,9 persen.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya