Bursa Saham Asia Lanjutkan Koreksi, Investor Cermati Perkembangan Varian Omicron

Bursa saham Asia Pasifik masih melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin, 29 November 2021.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 29 November 2021, 08:11 WIB
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Senin pagi (29/11/2021) seiring investor mencermati perkembangan penemuan terbaru varian baru COVID-19 yaitu omicroniNDE.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,73 persen pada awal sesi perdagangan. Indeks Topix merosot 1,17 persen dan indeks Kospi di Korea Selatan melemah 0,37 persen.

Saham Australia tergelincir seiring indeks Australia ASX 200 turun 0,42 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang susut 0,12 persen.

Di sisi lain, bursa saham berjangka Amerika Serikat menguat setelah alami aksi jual besar-besaran pada Jumat pekan lalu. Investor juga melihat perkembangan terbaru yang berkaitan dengan varian omicron.

Bursa saham global anjlok pada pekan lalu setelah World Health Organization (WHO) menekankan varian COVID-19 omicron menjadi hal yang jadi perhatian. Di Asia, indeks Jepang Nikkei dan Hang Seng turun lebih dari dua persen pada Jumat pekan ini.

"Segalanya pasti akan sedikit lebih tidak pasti ke depan,” ujar Chief Global Strategist Nikko Asset Management, John Vail, dilansir dari CNBC, Senin (29/11/2021).

Vail menambahkan, varian ini tampaknya mungkin tidak seburuk yang diperkirakan pasar pada Jumat pekan lalu. Akan tetapi harus mengambil tindakan menghilangkan sejumlah pengambilan risiko berlebihan dan individu akan sedikit lebih berhati-hati.

WHO mengatakan masih belum jelas apakah infeksi varian COVID-19 Omicron menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan dengan strata lain termasuk delta.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Indeks Dolar AS

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sementara itu, harga minyak menguat pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak berjangkan Brent naik 4,19 persen menjadi USD 75,77 per barel. Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat naik 4,8 persen menjadi USD 71,42 per barel.  Pada Jumat pekan lalu, harga minyak alami hari terburuknya pada 2021 di tengah ketakutan baru terhadap COVID-19.

Di sisi lain, harga emas diperdagangkan di kisaran USD 1.790,75 per ounce setelah turun di ayas USD 1.800 pada pekan lalu.

Yen Jepang diperdagangkan 113,75 per dolar AS. Indeks dolar AS berada di posisi 96,19.  Sementara itu, harga bitcoin juga naik setelah merosot pada Jumat pekan lalu. Harga bitcoin naik 5,78 persen ke posisi USD 57.779,45.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya