Dampak Pandemi Covid-19, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Turun 3 Juta Orang di 2020

Sebenarnya jika dilihat dari tahun ke tahun terjadi tren kenaikan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 18 Januari 2021, 17:00 WIB
Aktivitas pekerja saat melakukan perawatan gedung perkantoran di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (30/11/2020). Menaker Ida Fauziyah menyatakan BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan termin 2 tahap 6 senilai Rp1,2 juta per orang diperkirakan akan cair pekan ini. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) menciut selama 2020. Penurunan jumlah peserta ini karena adanya pandemi Covid-19.   

Menteri Ketenagakerjaan (menaker) Ida Fauziyah mengatakan, sebenarnya jika dilihat dari tahun ke tahun terjadi tren kenaikan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun yang terjadi pada tahun lalu atau 2020 berbeda yaitu justru mengalami penurunan.

"Kita bisa lihat ada kenaikan 2016, 2017, 2018 dan 2019. Sedangkan di 2020 ada penurunan karena ada banyak perusahaan yang mengalami dampak pandemi Virus Corona," ujarnya, Senin (18/1/2021).

Ida merinci, pada 2019 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai 54 juta peserta. Kemudian pada 2020 mengalami penurunan hingga 51 juta peserta. Penurunan tidak hanya pada kepersertaan tetapi juga keterlibatan dalam program juga turun.

"Kalau dilihat kepesertaan JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan Jaminan kematian biasanya dua jaminan ini kita bisa lihat 2016 ada 22 juta dan 2019 naik 34 juta. Tapi di 2020 karena pendemi turun jadi 31 juta. Kemudian jaminan pensiun saya kira naik sampai 2019 trennya 2020 turun. Yang ini kepesertaan jaminan hari tua juga demikian," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Load More

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Seluruh Insan BPJAMSOSTEK Siap Sambut Manajemen Baru

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. (M. Iqbal/Liputan6.com)

Sebelumnya, setelah melalui proses yang panjang dan penuh kehati-hatian, seleksi calon Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) telah memasuki babak baru. Pada tanggal 15 Desember 2020 panitia seleksi (pansel) yang diketuai oleh Haiyani Rumondang telah menyampaikan hasil seleksi kepada Presiden Joko Widodo.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, melalui video yang diunggah di kanal youtube resmi Kementerian Sekretariat Negara RI, mengumumkan 14 nama calon Direksi, serta 14 nama calon Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK.

Selanjutnya presiden Joko Widodo akan memilih dari 14 nama calon Direksi dan calon Dewan Pengawas dari unsur pemerintah. Sedangkan calon anggota Dewan Pengawas dari unsur pekerja, pemberi kerja, dan masyarakat akan dipilih oleh DPR RI.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Serikat Pekerja BPJAMSOSTEK Tri Candra Kartika menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pansel yang telah menyelenggarakan serangkaian seleksi secara sistematis, transparan serta selalu melibatkan publik dalam setiap prosesnya.

“Kami mendukung penuh keputusan Presiden dalam memilih dan menetapkan Dewas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan. Kami meyakini calon yang akan dipilih memiliki integritas dan pengalaman dalam pengelolaan jaminan sosial, sehingga dapat menyelaraskan visi misi institusi dengan program pemerintah guna mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong,” ungkap Candra.

Candra menambahkan bahwa Serikat Pekerja siap bersinergi dengan manajemen baru untuk mengawal, menjaga dan memperkuat BPJAMSOSTEK sehingga mampu memberikan manfaat bagi pekerja, pengusaha dan pembangunan di Indonesia.

Pihaknya juga berharap Direksi BPJS Ketenagakerjaan terpilih dapat mempertahankan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para peserta guna mempertahankan derajat hidup pekerja Indonesia, terlebih di tengah kondisi pandemi covid 19 yang hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya