3 Klub Liga Inggris Ini Rumahkan Stafnya karena Dampak Pandemi Corona Covid-19

Klub-klub Liga Inggris mulai berusaha mengurangi beban finansial mereka selama pandemi virus corona Covid-19 belum terkendali.

oleh Windi Wicaksono diperbarui 01 Apr 2020, 12:30 WIB
Para pemain Tottenham Hotspur. (AP Photo/Matt Dunham)

Liputan6.com, London - Klub-klub Liga Inggris mulai berusaha mengurangi beban finansial mereka selama pandemi virus corona Covid-19 belum terkendali. Sebanyak tiga klub Liga Inggris sudah merumahkan staf mereka.

Newcastle United menjadi klub Liga Inggris pertama yang memutuskan merumahkan staf-stafnya. Disusul Tottenham Hotspur dan Norwich City, yang mengambil langkah serupa untuk staf mereka.

Terhentinya kompetisi demi mencegah penyebaran virus corona Covid-19 membuat klub-klub kehilangan pemasukan. Padahal, mereka harus tetap menggaji para karyawan mereka, termasuk para pemain.

Asosiasi Pemain Profesional bersama Liga Inggris tengah membahas kemungkinan pemotongan gaji atau penundaan pembayaran bagi pemain di seluruh divisi yang ada di kompetisi sepak bola Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Newcastle, Tottenham, dan Norwich bakal memanfaatkan skema retensi pekerjaan sebagai dampak pandemi corona Covid-19 dari Pemerintah Inggris, yang memungkinkan para staf hanya memperoleh 80 persen dari gaji mereka hingga maksimal 2.500 pound sterling per bulan.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Menambah Uang

Dua pemain Norwich City. (AFP/Lindsey Parnaby)

"Karena dampak pandemi COVID-19 saat ini, Norwich City Football Club segera memulai proses merumahkan stafnya yang tidak dapat bekerja saat ini," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Norwich City.

"Klub akan menambah uang yang diterima dari skema untuk memastikan bahwa semua staf yang dirumahkan itu menerima gaji seperti biasa secara penuh," tambah pernyataan tersebut.

3 dari 3 halaman

Ada Solusi

Kompetisi Liga Inggris musim ini ditunda setidaknya sampai 30 April 2020, walaupun berpotensi diperpanjang. Klub-klub berharap ada solusi terhadap masalah finansial yang diakibatkan pandemi corona Covid-19 ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya