FOTO: Perahu Eretan Sungai Brantas Riwayatmu Kini

Perahu eretan atau tambangan yang sudah ada sebelum masa penjajahan Belanda masih menjadi primadona warga Kediri saat menyeberangi Sungai Brantas.

oleh Arnaz Sofian diperbarui 01 Okt 2018, 19:00 WIB
Perahu Eretan Sungai Brantas Riwayatmu Kini
Perahu eretan atau tambangan yang sudah ada sebelum masa penjajahan Belanda masih menjadi primadona warga Kediri saat menyeberangi Sungai Brantas.
Perahu eretan atau tambangan saat mengantarkan warga menyeberangi Sungai Brantas, Desa Mayan, Mojo, Kediri, Sabtu (29/9). Perahu eretan ini sudah ada sebelum masa penjajahan Belanda. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Perahu eretan atau tambangan saat mengantarkan warga menyeberangi Sungai Brantas, Desa Mayan, Mojo, Kediri, Sabtu (29/9). Perahu eretan masih menjadi transportasi pilihan warga Kediri menyeberangi Sungai Brantas. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Pengendara sepeda motor membawa pakan ternak saat menyeberangi Sungai Brantas menaiki perahu eretan di Desa Mayan, Mojo, Kediri, Sabtu (29/9). Meski sudah ada jembatan, warga memilih perahu eretan sebagai penunjang aktivitas. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Pengendara sepeda motor bersiap menaiki perahu eretan atau tambangan di Sungai Brantas, Desa Mayan, Mojo, Kediri, Sabtu (29/9). Jasa perahu eretan di desa ini beroperasi selama 24 jam dengan pembagian 2 shift. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Pemandangan saat warga menaiki perahu eretan atau tambangan menyeberangi Sungai Brantas, Desa Mayan, Mojo, Kediri, Sabtu (29/9). Perahu eretan biasanya mengangkut petani, siswa, hingga pengendara sepeda motor. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Nakhoda menghitung uang hasil jasa perahu eretan atau tambangan di Sungai Brantas, Desa Mayan, Mojo, Kediri, Sabtu (29/9). Untuk sekali menyeberang warga cukup mengeluarkan tarif Rp 2 ribu. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya