PUPR Dapat Tambahan Anggaran Rp 475 M, buat Apa Saja?

Dengan tambahan itu, maka pagu anggaran Kementerian PUPR menjadi Rp 107,3 triliun dari sebelumnya Rp 106,9 triliun.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 12 Okt 2017, 17:00 WIB
Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta, Senin (18/9). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mendapat tambahan anggaran Rp 475 miliar pada tahun depan. Anggaran tambahan tersebut akan dialokasikan bagi Direktorat Jenderal Bina Marga dan Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menerangkan, tambahan anggaran tersebut berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-162/MK.2/2017. Dengan tambahan itu, maka pagu anggaran Kementerian PUPR menjadi Rp 107,3 triliun dari sebelumnya Rp 106,9 triliun.

Rencananya, tambahan anggaran akan digunakan untuk belanja prioritas. "Rp 475 miliar ini di dalam surat Kementerian Keuangan untuk tambahan belanja prioritas yang kami mengerti berdasarkan Inpres karena nanti penggunannya biasanya didahului review atau audit BPKP," jelas dia di Komisi VI DPR Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Adapun alokasi tambahan yang ditujukan kepada Bina Marga sebesar Rp 275 miliar. Dana ini untuk program penyelenggaraan jalan. Di antaranya, rekonstruksi jalan Zona Lima-Muara Sabak 2 di Jambi dengan alokasi Rp 125 miliar.

Kemudian pembangunan jalan Manado Outer Ring Road III di Sulawesi Utara Rp 25 miliar, pembangunan underpass Kaliurang Yogyakarta Rp 65 miliar, serta pembangunan jalan akses wisata Mandeh 2 Sumatera Barat dengan anggaran Rp 60 miliar.

Kemudian, dana yang dialokasikan ke Cipta Karya yakni Rp 200 miliar. Dana tersebut program pembinaan dan pengembangan infrastruktur pemukiman. Antara lain, dukungan Asian Games XVIII di Jakarta dengan anggaran Rp 25 miliar. Lebih rinci, dana ini untuk Pelatnas Bulu Tangkis Cipayung Jakarta Rp 5 miliar dan Hall Pencak Silat TMII Jakarta Rp 20 miliar.

Lalu, untuk mendukung PON XX tahun 2020 di Papua dengan nilai Rp 175 miliar. Rinciannya, pembangunan arena aquatic Rp 64,6 miliar, pembangunan Istora Papua Bangkit Rp 48,0 miliar, pembangunan velodrome Rp 12,2 miliar, pembangunan arena cricket Rp 14,9 miliar. Serta, pembangunan lapangan arena hockey Rp 35,0 miliar.

"Berdasarkan belanja prioritas jalan Rp 275 miliar dan pemukiman Rp 200 miliar," tukas dia.

Tonton Video Pilihan Ini:

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya