590 Ribu Penumpang Gunakan KRL di Hari Pertama Idul Fitri

Direktur Operasi PT KCJ, Subakir, mengatakan, penambahan perjalanan KRL dirasa belum perlu dilakukan.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 28 Jun 2017, 06:51 WIB
Sejumlah orang berjalan keluar dari Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/5). Akibat Stasiun Klender terbakar, satu demi satu penumpang di Stasiun Bekasi memilih mencari moda transportasi lainnya. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Libur Idul Fitri tidak menyurutkan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum, seperti kereta api. Tercatat lebih dari 590 ribu penumpang menggunakan KRL pada hari pertama Lebaran.

"Pada Lebaran hari pertama tanggal 25 Juni 2017, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) melayani sekitar 590 ribu penumpang. Di hari lebaran pertama tahun lalu, PT KCJ melayani 535 ribu penumpang," kata VP Komunikasi Perusahaan PT KCJ Eva Chairunisa melalui keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (27/6/2017).

Dari data ini terlihat peningkatan penumpang mencapai 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat hingga akhir pekan.

Sementara Direktur Operasi PT KCJ, Subakir, mengatakan, penambahan perjalanan KRL dirasa belum perlu dilakukan. Ini karena penumpang di musim liburan tetap lebih sedikit dibanding kondisi hari kerja.

Jumlah perjalanan KRL saat ini ada 918. Ini sama dengan jumlah perjalanan saat hari kerja.

"Kepadatan yang terlihat di sejumlah stasiun terjadi karena pada musim libur masih banyak penumpang KRL yang menggunakan tiket harian," kata Subakir.

Pembelian tiket harian berjaminan (THB) membuat aktivitas penumpang di stasiun semakin tinggi. Sebut saja membeli tiket baru, mengisi tarif atau mengambil jaminan.

Sebagai antisipasi, PT KCJ sudah menyediakan 186 unit vanding machine dan 39 point of sales (POS) Mobile yang berfungsi sebagai loket sementara. Semua fasilitas ini berada di 75 stasiun.

"Untuk memudahkan penumpang bertransaksi, dan menghindari antrean di loket, kami mengimbau pengguna memakai Kartu Multitrip (KMT) untuk transaksi KRL, atau jika tetap pakai tiket harian sebaiknya membeli tiket harian berjaminan (THB) pulang pergi atau THB PP," ucap Subakir.

Masyarakat juga diimbau membaca dengan saksama peraturan dalam menggunakan KRL. Masa libur seperti sekarang ini biasanya banyak penumpang yang jarang atau bahkan baru pertama kali menggunakan KRL.

Di sisi lain, aturan dan tata tertib ini secara berkala juga disampaikan melalui seluruh media informasi di stasiun maupun di dalam KRL untuk kenyamanan dan ketertiban bersama seluruh pengguna.

 

 

 

 

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya