Volvo Tidak Mau Kaya Raya dari Seatbelt

Sabuk pengaman tiga kunci tidak dipatenkan, sehingga siapapun bisa menerapkannya.

oleh Rio Apinino diperbarui 23 Jun 2017, 18:18 WIB
Nils Bohlin, penemu sabuk pengaman tiga titik (Foto: Jalopnik.com).

Liputan6.com, Gothenburg - Dewasa ini sistem keselamatan berkendara semakin canggih. Tapi meski begitu, satu fitur keselamatan yang tidak tergantikan adalah sabuk pengaman tiga titik. Semua orang yang pakai mobil sekarang seharusnya berterima kasih kepada Volvo.

Pasalnya, insinyur merekalah yang menciptakan perangkat keselamatan standar ini. Nils Bohlin membuat sabuk pengaman tiga titik pada 1959. Sebelum itu, sabuk pengaman hanya ada dua titik, dan justru lebih sering membahayakan daripada menyelamatkan orang.

Bohlin adalah mantan insinyur penerbangan Saab. Dia menemukan sabuk pengaman yang lebih baik karena selain "mengunci" bagian tubuh, tapi juga pangkuan (pinggang). Desain ini pertama kali diluncurkan di negeri asalnya, Swedia, pada model Volvo Amazon dan Volvo PV544.

Laman Jalopnik, dikutip Jumat (23/6/2017), mengatakan bahwa ini adalah penemuan yang revolusioner. Dan yang paling penting, sebetulnya ia bisa menghasilkan banyak uang melalui paten.

Di sinilah yang menarik. Volvo memutuskan untuk tidak melakukan itu. Mereka tidak membuatkan paten untuk sabuk pengaman tiga titik. Implikasinya, setiap produsen mobil bisa mengaplikasikannya tanpa perlu membayar sepeserpun ke Volvo.

Mereka memutuskan bahwa penemuan ini begitu penting. Namun nilainya lebih berharga jika ia digratiskan, ketimbang harus diberikan paten.

"Keputusan untuk melepaskan paten sabuk pengaman tiga titik itu visioner dan sesuai dengan prinsip keselamatan Volvo," ujar Managing Director Volvo, Alan Dessell.

Terima kasih Volvo, terima kasih Bohlin!

 

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya