Benarkah Vaksin MMR Sebabkan Anak Autisme ? Ini Penjelasan Dokter

Hingga kini sebagian orangtua ragu-ragu bila anaknya mendapat vaksin Mumps, Morbili, dan Rubela (MMR) karena dianggap menyebabkan autisme.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 26 Apr 2017, 08:24 WIB
Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Hingga kini sebagian orangtua ragu-ragu bila anaknya mendapat vaksin Mumps, Morbili, dan Rubela (MMR). Hal ini terkait dengan kabar vaksin MMR menyebabkan membuat autisme yang bergulir sejak beberapa tahun lalu. Menurut Sekretaris Utama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Yanuarso, vaksin MMR tidak menyebabkan autisme.

Lalu, bagaimana awalnya bisa muncul kabar vaksin MMR menyebabkan autisme?

Piprim menjelaskan munculnya hal ini berawal dari publikasi seorang dokter bernama Alexander Wakefield dalam jurnal Lancet. Wakefield menyebutkan dalam jurnal yang terbit di 1998 tersebut bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme.

Pada saat itu, para ahli tidak langsung membantah. Mereka melakukan penelitian selama dua tahun terlebih dahulu untuk mengetahui benar tidaknya yang disampaikan Wakefield.

"Sekitar 2000-2001 dil-aunching suatu publikasi ilmiah yang melibatkan ratusan ribu anak. Di dalamnya menyebutkan tidak ada hubungan sama sekali antara vaksin MMR dengan autisme," papar Piprim usai temu media di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta dalam rangkaian agenda Pekan Imunisasi Dunia pada Selasa (25/4/2017).

Lalu, baru diketahui apa yang dilakukan Wakefield merupakan kongkalikongnya dengan perusahaan asuransi. Akhirnya publikasi dalam Lancet tersebut ditarik dan dianggap sebagi kebohongan ilmiah.

"Dia dinyatakan bersalah, surat izin praktik Wakefiel juga dicabut. Dia melakukan sesuatu yang membuat orang-orang sampai sekarang ragu akan vaksin MMR," kata pria yang berpraktek di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta ini.

Oleh karena itu Piprim menegaskan kepada masyarakat bahwa vaksin MMR tidak menyebabkan autisme.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya