Presiden Jokowi: Industri Hilir Harus Integrasi dengan KEK

Presiden Jokowi meminta pengembangan industri hilirisasi dapat dilakukan lebih cepat sehingga bisa atasi ketertinggalan daya saing Indonesia

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 22 Mar 2017, 18:31 WIB
Presiden Joko Widodo berbincang dengan delegasi ADB ‎di Jakarta, Jumat (12/2). Pembiayaan dari $740 juta per tahun pada periode 2010-2014, menjadi hingga $2 milliar per tahun, atau $10 milliar pada lima tahun ke depan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo‎ (Jokowi) meminta pengembangan industri hilirisasi bisa dilakukan lebih cepat. Hal ini untuk mengatasi ketertinggalan daya saing Indonesia dengan beberapa negara tetangga.

Salah satu yang diinginkan adalah mulai kali ini, pengembangan industri hilirisasi harus diintegrasikan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sudah ditentukan selama ini.

‎"Pengembangan hilirisasi industri minerba harus betul-betul dilakukan terintegrasi dengan pengembangan KEK kawasan ekonomi khusus yang didalamnya siap tersedia infrastruktur yang dibutuhkan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Untuk mendukung hal ini, Jokowi ingin pendidikan vokasi bisa lebih ‎gencar dilakukan. Para lulusan vokasi ini yang nantinya menjadi masa depan sumber daya manusia (SDM) di kawasan ini.

Dari sisi regulasi, sampai saat ini Jokowi menganggap masih ada beberapa hal yang sebenarnya bisa lebih disederhanakan. Nantinya, persoalan perizinan ini diharapkan bisa menjadi daya tarik juga bagi para investor.

‎Demi mempercepat itu, Jokowi bahkan siap memberikan berbagai insentif bagi para investor industri hilirisasi minerba jika ingin merealisasikan investasinya lebih cepat dan konsisten.

"‎Saya yakin dengan pengembangan yang terintegrasi industri pengolahan minerba akan tumbuh lebih cepat lagi dan memberikan nilai tambah bukan saja pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga membuat pembangunan lebih merata," ujar dia. (Yas)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya