Investor Respons Positif Kebijakan Trump, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu pekan ini terkena imbas dari penguatan wall street.

oleh Agustina Melani diperbarui 25 Jan 2017, 08:45 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia menguat ke level tertinggi dalam tiga bulan pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Penguatan bursa Asia didorong wall street yang positif lantaran investor merespons positif janji kampanye presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,16 persen. Pada awal perdagangan, bursa saham Jepang dan Australia bergerak lebih tinggi. Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,2 persen.

Pergerakan bursa Asia yang positif ini ikuti bursa saham AS. Investor merespons positif langkah Donald Trump untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Caranya dengan meringankan pajak perusahaan. Langkah ini dilakukan usai fokus menerapkan kebijakan perdagangan proteksionisme.

"Setelah pada awal pemerintahan Trump fokus untuk menerapkan kebijakan proteksionisme, pasar bereaksi positif sehingga mendorong bursa saham AS menguat," ujar Analis Rivkin Securities, James Woods seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (25/1/2017).

Donald Trump telah menandatangani perintah untuk pembangunan keystone XL dan Dakota Access, yang merupakan pipa minyak kontroversial. Dia juga telah bertemu dengan produsen mobil AS yang masuk tiga besar, dan mendorong mereka untuk bangun pabrik di AS.

Di pasar obligasi, imbal hasil surat berharga AS bertenod dua tahun naik ke level 1,22 persen dari level 1,15 pada perdagangan Selasa. Sedangkan imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun berada di kisaran 2,46 persen.

Untuk pasar komoditas, harga minyak jenis Brent naik 0,4 persen. Sedangkan harga emas stabil di kisaran US$ 1.210 per ounce.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya