Keluhan Pengusaha Mal Terkait Aksi Demo 2 Desember

Bagi para pengusaha dan pengelola pusat belanja, aksi demo 2 Desember sangat berdampak pada bisnisnya.

oleh Septian Deny diperbarui 02 Des 2016, 10:15 WIB

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyayangkan adanya aksi demo 2 Desember 2016. Aksi tersebut dinilai hanya akan memperburuk kondisi perekonomian Indonesia.

Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan mengatakan, sebelumnya para pengusaha dan investor optimis dengan kondisi ekonomi Indonesia pasca suksesnya program pengampunan pajak (tax amnesty) periode I.

Namun optimisme tersebut dinilai terdampak besar rangkaian aksi demo, salah satunya pada 2 Desember ini.

‎"Kemarin kita optimis setelah tax amnesty yang berhasil, tapi begitu gaung politiknya gonjang-ganjing, orang kan mulai ngerem. Dengan tindakan pemerintah yang tegas mulai timbul kepercayaan, tetapi adanya kepercayaan ini jangan digoncang lagi dengan demo 2 Desember. Ujung-ujungnya jadi repot," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Menurut Ridwan, bagi para pengusaha dan pengelola pusat belanja, aksi demo semacam ini sangat berdampak pada bisnisnya. ‎Sebab, demo membuat jumlah kunjungan ke pusat belanja menurun tajam dan membuat terhentinya perputaran uang dari perdagangan.

"Ini membuat orang takut‎. Dampak ke ekonomi juga jelek, omset turun, pengunjung turun, timbul kekhawatiran. Kita biaya pengamanannya jadi naik. Ke ekonomi pasti buruk. Yang pada 4 November itu saja drop banget, besok paginya juga drop, sore agak recovery tapi tetap masih minus," kata dia.

‎Ridwan menyatakan, adanya rencana aksi demo 2 Desember ini membuat para pengelola pusat belanja meningkatkan pengamanan. Hal ini diikuti dengan meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan para pengelola.

"Kita terpaksa siap-siap, buang uang. Ini juga yang sudah pasti dengan heboh 2 Desember, kita pasti siap-siap semua, kekuatan (pengamanan) bisa di-double. Itu bikin pengeluaran biaya tinggi‎. Yang rugi bukan hanya mal, tetapi pedagangnya. Apalagi yang lokasinya di sekitar titik demo, tidak bisa buka, macet. Repot sekali," jelas dia.

Stefanus berharap aksi demo 2 Desember ini berjalan dengan damai tanpa menimbulkan kerusuhan. Sebab akar masalah dari aksi ini yaitu Basuki Tjahja Purnama (Ahok) juga telah ‎ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

"Demo ini tidak berikan arti apa-apa. Kalau lihat penistaan agama, kan hukumnya sudah jelas, (Ahok) sudah jadi tersangka dan akan diadili. Yang menyebarkan seperti Buni Yani juga kan sudah tersangka. ‎Kemudian apa gunanya demo lagi? Ini memperburuk situasi, merugikan rakyat. Dengan demo seperti ini kan ekonomi terhenti. Kondisi baru mau membaik tapi dibikin buruk lagi," tandas dia. (Dny/Nrm)

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya