Luhut Ingin RI Pakai Teknologi dari AS untuk Penghematan Energi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan telah kembali dari kunjungannya ke Amerika Serikat (AS).

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 03 Okt 2016, 12:44 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/9). Empat menko berkumpul untuk membahas RAPBN 2017. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan telah kembali dari kunjungannya ke Amerika Serikat (AS). Di sana, Luhut tertarik teknologi yang sedang dikembangkan pemerintah AS‎ mengenai penghematan energi.

Ketika ditemui di Istana Kepresidenan, Luhut mengaku apa yang dikembangkan oleh AS tersebut rencananya akan diimplementasikan juga di Indonesia. Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, penggunaan energi harus lebih efisien.

"Di ‎California dilakukan satu pengembangan teknologi penghematan penggunaan energi. Sehingga mereka bisa menghemat 5-8 persen. Untuk itu software yang ada di sana itu, bisa juga peluangnya digunakan di Indonesia," kata Luhut, Senin (3/10/2016).

Teknologi yang dikembangkan oleh Departemen Energi pemerintah AS tersebut dinilai sangat cocok digunakan di Indonesia. Meski pemerintah terus meningkatkan pasokan energi, namun dengan teknologi itu, negara bisa menghemat cukup banyak.

Untuk menindaklanjuti rencana itu, Luhut akan mengirimkan beberapa orang untuk lebih jauh membahas rencana kerjasama penggunaan teknologi tersebut.

"Kita akan kirim ke sana, tim itu ada dari Kementerian ESDM, PLN dan Bappenas, jadi nanti mereka yang akan menindaklanjuti," tegas Luhut. (Yas)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya