Makan Sebelum Tidur Picu Serangan Jantung

Peneliti mensurvei 700 orang dewasa berusia 18-65 tahun untuk melihat perbedaan diet, dan makan buat kesehatan,

oleh Meiristica Nurul diperbarui 05 Sep 2016, 10:00 WIB
Seorang ahli bedah asal AS menguak beberapa fakta menarik terkait penyakit jantung yang masih asing di kuping masyarakat dunia. (sumber: American Heart Association)

Liputan6.com, Jakarta Makan malam kurang dari dua jam sebelum tidur, lebih buruk dari pada diet tinggi garam. Jutaan orang Inggris memicu risiko serangan jantung dengan makan malam setelah jam 19.00, para ahli telah memperingatkan.

Mereka melakukan penelitian baru yang dilaporkan pada konferensi jantung terbesar di dunia. Dan penelitian tersebut mengungkapkan hubungan antara makan malam, dan bentuk mematikan dari tekanan darah tinggi yang memicu serangan jantung.

Peneliti mensurvei 700 orang dewasa berusia 18-65 tahun dengan tekanan darah tinggi, untuk melihat perbedaan diet, dan makan buat kesehatan, dilansir laman Mirror, Senin (5/9/2016).

Satu dari empat orang Inggris memiliki tekanan darah tinggi. Studi ini meneliti jenis makanan, kadar garam yang dikonsumsi secara teratur mulai sarapan hingga makan malam.

Pada makan malam ditemukan dampak tunggal terbesar pada tekanan darah. Para ahli mengatakan penelitian ini menunjukkan bahwa ketika orang makan, bisa sama pentingnya dengan apa yang mereka makan.

Diet sehat berarti sarapan dan makan siang yang baik. Tetapi membatasi makanan terakhir untuk makanan ringan idealnya tidak lebih dari jam 19.00.

Dalam 40 persen kasus, gagalnya tekanan darah dalam semalam meningkatkan serangan jantung. Studi ini menemukan bahwa mereka yang makan malam jauh lebih mungkin menderita non-dipper hipertensi yaitu bentuk mematikan dari tekanan darah tinggi.

Secara total 24 persen mereka yang mengalami tersebut makan malam dalam waktu dua jam sebelum tidur. Para ahli mengatakan makan larut meninggalkan tubuh Anda pada 'siaga tinggl' yang mendorong produksi hormon stres, adrenalin. Juga mengganggu irama sirkadian.

Dr Ebru Ozpelit, profesor kardiologi di Dokuz Leyul University Izmir mengatakan kehidupan modern mendorong orang menjadi tidak menentu kebiasaan makan seseorang bisa mematikan.

"Sarapan itu penting, kita harus memiliki sarapan yang banyak, kita tidak boleh melewati makan siang. Kita juga tak boleh melewati makan malam yang sedikit, dan tidak lebih dari jam 19.00," ujar Ebrur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya