2 Strategi RI untuk Bebaskan Sisa Sandera di Filipina

Saat ini masih ada 9 orang warga Indonesia yang ditahan oleh milisi bersenjata di Filipina Selatan.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 31 Agu 2016, 18:49 WIB
Menlu Retno Marsudi memberikan pernyataan pers di Kantor Kemenlu, Jakarta, Selasa (5/4). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Setidaknya 9 orang Warga Negara Indonesia (WNI) masih ditahan oleh milisi bersenjata di Filipina Selatan. Penyekapan tersebut telah berlangsung sejak Juni lalu.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyatakan pemerintah terus meningkatkan upaya demi membebaskan sandera yang tersisa.

Menurut Menlu, setiap opsi siap digunakan. Namun ada dua strategi yang dipakai demi membebaskan sandera.

"Dua strategi utama kami adalah diplomasi dan kerjasama intel," sebut Menlu Retno dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, Rabu (30/8/2016).

Untuk kondisi sandera, Menlu Retno memastikan hal tersebut kerap mereka monitor. Laporan tersebut diterima dari perusahaan tempat sandera bekerja

"Komunikasi antara perusahaan dan penyandera terus dan masih dilakukan," ujar mantan Duta Besar RI untuk Norwegia ini.

Selain itu, Retno juga menyampaikan bahwa upaya agar kejadian serupa tak terulang juga sudah mereka lakukan. Termasuk mengingatkan Malaysia dan Filipina menjaga keamanan perairan.

"Kami sampaikan pesan yang sama kepada Menlu Malaysia dan Filipina melalui nota diplomatik, ini hanya formalitas karena komunikasi intensif selalu kita lakukan," pungkas Menlu Retno.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya