BI Prediksi Pertumbuhan Kredit hingga 9 Persen

Bank Indonesia harap ada kelonggaran loan to value dapat mendorong pertumbuhan kredit pada semester II.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 19 Agu 2016, 21:47 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (batik hitam) saat akan memberikan keterangan pers di Jakarta,(19\8). Hasil Rapat Dewan Gubernur BI mencatat triwulan II 2016 mempertahankan 7 days Repo Rate sebesar 5,25 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan relatif rendah pada tahun ini. BI memperkirakan pertumbuhan kredit hanya di kisaran 7-9 persen.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, rendahnya target pertumbuhan kredit karena melihat pertumbuhan kredit yang rendah sampai Agustus.

"‎Kita lihat‎  bahwa pertumbuhan kredit 2016 akan ada di kisaran satu digit. Jadi satu tahun akan di kisaran 7 sampai 9 persen, sebelumnya kita perkirakan dua digit," kata di Gedung BI Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Dia mengatakan, sampai Agustus 2016 pertumbuhan kredit  hanya sebesar 3 persen. Dia berharap, pada semester II 2016 pertumbuhan kredit akan semakin baik.

"Pertumbuhan kredit kita mengikuti bahwa year to date pertumbuhan relatif rendah ada di bawah 3 persen dan di semester ke dua karena sektor swasta sudah mulai pulih, dari konsumsi, kita harapkan swasta lebih baik," jelas dia.

BI sendiri telah membuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan kredit. Salah satunya, BI memberi kelonggaran pada loan to value (LTV).

"‎Kita mendorong peningkatan dengan kebijakan makroprudensial  melonggarkan LTV. Jadi  kita harapkan pertumbuhan kedit cukup baik di semester ke dua," tutur dia. (Amd/Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya