Kendalikan Nafsu Makan dengan Relaksasi

Relaksasi merupakan komponen yang penting dalam pengendalian diri, karena seseorang tidak mungkin berada dalam kondisi rileks dan

oleh Tassa Marita Fitradayanti diperbarui 12 Agu 2016, 13:30 WIB
Apa sebetulnya alasan kenapa tubuh perlu detoksifikasi? Simak ulasannya berikut ini.

Liputan6.com, Jakarta Relaksasi seringkali diartikan degan rileks, seperti misalnya menonton TV, membaca buku, liburan ke tempat wisata, dan menyalurkan hobi. Namun benarkan seperti itu relaksasi yang dimaksud?

Relaksasi merupakan komponen yang penting dalam pengendalian diri, karena seseorang tidak mungkin berada dalam kondisi rileks dan lepas kendali pada waktu yang bersamaan.

“Relaksasi adalah teknik yang dapat digunakan siapa saja, bertujuan menghilangkan berbagai bentuk pikiran yang kacau akibat ketidakberdayaan seseorang dalam mengendalikan ego yang dimilikinya, mempermudah seseorang mengontrol dirinya, dan memberikan kesehatan bagi tubuh,” ujar psikolog Anindita Citra, S. Psi, M. Psi dari klinik LightHOUSE, saat acara "Meet the Expert" di SCTV Tower.

Metode dasar relaksasi adalah suatu proses melawan efek otonomis yang menyertai kecemasan dan ketegangan, sehingga akan menimbulkan counter conditioning, yaitu mengubah perilaku yang tidak diharapkan menjadi perilaku yang diharapkan dengan menggunakan asosiasi positif terhadap stimulus.

Perilaku yang tidak diharapkan misalnya, ketika Anda sedang diet dan dihadapkan dengan makanan favorit entah itu cokelat, es krim, bakso, pizza, atau makanan lainnya. Dalam waktu singkat nafsu makan berubah menjadi menggebu-gebu, sehingga Anda mengonsumsi lebih banyak dari yang seharusnya.

Namun dengan melakukan relaksasi sebelum makan, akan membuat diri lebih tenang dan membuat Anda makan secukupnya akibat pengaruh asosiasi positif terhadap stimulus. Berikut adalah prosedur teknik relaksasi pernapasan:

1. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
2. Usahakan untuk tetap rileks dan tenang
3. Tarik napas dalam melalui hidung dan isi paru-paru dengan hitungan satu, dua, tiga.
4. Hembuskan udara secara perlahan-lahan melalui hidung sambil merasakan ketenangan
5. Biarkan tangan dan kaki rileks (terbuka dan dilemaskan)
6. Usahakan agar konsentrasi ke satu titik atau fokus sambil memejamkan mata
7. Pada saat konsentrasi, pusatkan perhatian pada bagian tubuh yang terasa tegang atau tidak nyaman
8. Ulangi proses tarik dan membuang nafas sampai perasaan tegang tersebut menghilang atau berkurang
9. Tidak ada batasan waktu yang kaku, namun setidaknya lakukan selama kurang lebih 15 menit

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya