Ketua MPR Setuju Sekolah Sehari Penuh, tapi...

Ide sekolah sehari penuh mendapat dukungan dari Ketua Umum MPR Zulkifli Hasan. Namun, ide tersebut harus disosialisasikan.

oleh Devira Prastiwi diperbarui 09 Agu 2016, 15:47 WIB
Zulkifli Hasan Berikan Bantuan Untuk Petani di Sigi

Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan menyetujui ide Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang akan menerapkan sistem full day school (FDS) atau sekolah sehari penuh. Namun meski begitu, pria yang karib disapa Zulhas ini mengatakan pelaksanaannya tak bisa sekaligus, tapi harus bertahap.

"Tapi tidak sekaligus, bertahap. Indonesia ini kan luas, jangan juga menyamaratakan semuanya. Kalau orang mau masuk perguruan tinggi tesnya sama semua. Kalau orang-orang daerah yang sudah dekat, pendidikan bagus," ucap Zulhas di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Ia menuturkan, penerapan sekolah sehari penuh membutuhkan waktu karena ada begitu banyak sekolah yang ada di Indonesia. "Saya kira perlu waktu saja, sosialisasi bertahap. Tetapi itu penting, karena sekolah internasional rata-rata seperti itu," ujar Zulhas.

"Perlu waktu sosialisasi, tetapi pendidikan kita arahnya mesti ideal, luas daerah, guru, dan banyak lagi," katanya menambahkan.

Ketua Umum PAN ini berpendapat jika waktu-waktu sekolah sudah seharusnya dioptimalkan. Tapi anak-anak tetap harus diberi waktu libur.

"Saya berpendapat, umur-umur sekolah harus dioptimalkan. Anak saya rata-rata sekolahnya sampai jam 16.00 WIB, bahkan sampai 17.00 WIB. Cuma memang Sabtu-Ahad (Minggu) kan libur, supaya tidak jenuh," ucap Zulhas.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy akan menerapkan sistem full day school atau sekolah sehari penuh. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengaku mendapatkan inspirasi menerapkan sistem baru itu dari sekolah swasta. Beberapa sekolah swasta memang sudah mempraktikkan sistem sekolah sehari penuh.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya