Setoran Bea Cukai Baru Rp 61 Triliun pada Semester I

Realisasi dari bea masuk tercatat Rp 16,06 triliun sepanjang semester I 2016. Sedangkan penerimaan cukai sumbang Rp 43,72 triliun.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 12 Jul 2016, 10:45 WIB
Realisasi dari bea masuk tercatat Rp 16,06 triliun sepanjang semester I 2016. Sedangkan penerimaan cukai sumbang Rp 43,72 triliun.

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) mencatatkan realisasi penerimaan sebesar Rp 61,13 triliun hingga 30 Juni 2016. Jumlah ini lebih rendah dibanding pencapaian periode yang sama sebelumnya sebesar Rp 77,67 triliun.

Dikutip dari data DJBC semester I 2016 di Jakarta, Selasa (12/7/2016), setoran dari pos bea dan cukai senilai Rp 61,13 triliun ini masih jauh di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 yang dipatok Rp 183,96 triliun sampai dengan akhir tahun ini.

Jika dirinci, realisasi penerimaan dari bea masuk sepanjang 1 Januari-30 Juni 2016 tercatat Rp 16,06 triliun atau sedikit di bawah proyeksi semester I yang ditargetkan Rp 16,29 triliun. Sementara target di APBN-P mencapai Rp 33,37 triliun.

Penerimaan cukai menyumbang Rp 43,72 triliun sampai akhir bulan keenam tahun ini atau lebih tinggi dari proyeksi Rp 43,57 triliun. Target di APBN-P dipatok Rp 148,09 triliun terdiri dari setoran penerimaan dari hasil tembakau atau rokok sebesar Rp 41,38 triliun, ethil alkohol Rp 79,23 miliar.

Adapula yang berasal dari Minuman Mengandung Ethil Alkohol (MMEA) memberi pemasukan Rp 2,26 triliun, sementara dari pos lainnya nihil dari target sampai akhir tahun Rp 1 miliar.

Sedangkan setoran penerimaan dari pos bea keluar berkontribusi sebesar Rp 1,36 triliun, lebih tinggi dari target di 30 Juni 2016 yang dipatok Rp 1,29 triliun. Total target di APBN-P 2016 untuk penerimaan bea keluar sebesar Rp 2,5 triliun. (Fik/Ahm)

 

*Ingin mendapatkan informasi terbaru tentang Ramadan, bisa dibaca di sini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya