Ajakan Cium Replika Telapak Kaki Nabi Muhammad Jadi Kontroversi

Artefak yang ditunjukkan panitia diantaranya bekas telapak kaki, rambut dan pedang Nabi Muhammad SAW.

oleh Yulia Lisnawati diperbarui 01 Jul 2016, 14:29 WIB
Artefak yang ditunjukkan panitia diantaranya bekas telapak kaki, rambut dan pedang Nabi Muhammad SAW.

Liputan6.com, Jakarta - Acara "Lantunan Mahabah Rasullullah" yang berlangsung di Kedah mengundang perdebatan publik, khususnya para pengguna jejaring sosial, karena mereka mengajak umat muslim untuk menjalankan kegiatan mencium barang artefak Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan yang diadakan di Aula Dewan Kota Alor Setar ini memang mengundang para umat muslim untuk melihat, mencium dan menjunjung athar, peninggalan Nabi Muhammad SAW yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

dok: mynewshub.cc

Dilansir mynewshub, Jumat (1/7/2016), artefak yang ditunjukkan panitia diantaranya bekas telapak kaki, rambut dan pedang Nabi Muhammad SAW yang diklaim dipinjam dari Masjid Jama New Delhi, India.

dok: mynewshub.cc

Masyarakat tampak berduyun-duyun mengantri agar bisa mencium replika telapak kaki tersebut. Tak hanya itu, adapula kegiatan meletakkan rambut Nabi Muhammad SAW di atas kepala pengunjung, yang dipercaya akan mendapat kesuksesan seperti yang tertulis dalam poster acara.

dok: mynewshub.cc

Kontan kegiatan tersebut menarik perhatian masyarakat, banyak dari mereka tak percaya dengan athar yang berada dalam acara tersebut, karena sebelumnya tidak ada konfirmasi dari sejarahwan dan para ulama yang dapat dipercaya. Sehingga acara seperti itu harusnya bisa kita hindari.

(ul)

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya