FPI: Memang yang Jahat Negara atau PKI?

Habib Rizieq Shihab mengecam wacana permintaan maaf pemerintah terkait tragedi 1965.

oleh Muslim AR diperbarui 03 Jun 2016, 17:23 WIB
Ketua FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab memberikan ceramahnya saat Peluncuran Konvensi Gubernur Muslim, Jakarta, Kamis (25/2). Habib Rizieq mengusung calonnya sendiri buat menghadapi Ahok pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengecam wacana permintaan maaf pemerintah terkait tragedi 1965. Jika itu dilakukan pemerintah, FPI akan mengambil tindakan.

"Kalau presiden minta maaf kepada PKI kita siap lengserkan presiden," ucap Rizieq dalam orasinya, Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/6).

Ia menilai bahwasanya yang telah melanggar kedaulatan negara ialah PKI. Menurut Rizieq, mereka akan bertindak langsung dan melengserkan Jokowi. "Memangnya yang buat jahat itu negara atau PKI?," ujar Rizieq.

Aksi unjuk rasa diikuti gabungan ormas Islam mulai dari FUI, FPI, FBB, FBR, FKPPI, PP, PPM, PERSIS, GPI, GPII, DDI, IMM, GMJ, GRJ, dan purnawirawan TNI.

Tak hanya di seputar Istana Negera, massa yang berjumlah sekitar 5.000 orang itu juga menyambangi Gedung Kemnkopolhulam dan Balai Kota DKI Jakarta.

Massa yang membludak itu membuat sebagian ruas jalan di sekitar Istana Negara macet parah. Karena itu pihak kepolisian melakukan pengalihan arus lalu lintas.

"Ada pengalihan arus di Jalan Medan Merdeka Utara, hal itu karena terlalu padat. Pengguna jalan disarankan melewati jalan alternatif," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Dwiyono, Jumat (3/6/2016).

Untuk mengamankan aksi tersebut, sebanyak 3.442 personel dikerahkan di lokasi. Mereka ditempatkan di beberapa titik unjuk rasa. Aksi demonstrasi tersebut diharapkan berjalan lancar tanpa ada gesekan antara massa dengan aparat.

"Aman insya Allah. Selama mereka tertib, kita akan kawal terus," ucap Dwiyono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya