Artis Jupiter Fortissimo Pakai Narkoba karena Jarang Syuting

Kepada polisi, Jupiter Fortissimo mengaku menggunakan narkoba saat sedang tak syuting.

oleh Fachrur Rozie diperbarui 11 Mei 2016, 13:20 WIB
Kepada polisi, Jupiter Fortissimo mengaku menggunakan narkoba saat sedang tak syuting.

Liputan6.com, Jakarta - Artis Jupiter Fortissimo kedapatan membawa sabu seberat 0,54 gram dan alat pengisap sabu, serta uang senilai Rp 500 ribu untuk transaksi. Jupiter yang sudah diawasi oleh aparat kepolisian sektor Tamansari, Jakarta Barat, ini ditangkap bersama satu pengedar, Firmansyah.

Jupiter Fortissimo menemani kekasihnya Widuri Agesti yang mengalami kecelakaan saat akan merayakan Natal di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (25/12/2015). Widuri mengaku kaget karena tiba-tiba ada mobil yang mengambil jalurnya. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

 

Aparat kepolisian sektor Tamansari masih terus mendalami kasus narkoba yang menjerat aktor 34 tahun itu. Saat melakukan pemeriksaan terhadap Jupiter Fortissimo, polisi juga memastikan bahwa pria yang pernah mengaku homoseksual ini hanya seorang pemakai.

Sebab, kepada polisi, pria kelahiran Jakarta, 4 Februari 1982 tersebut mengaku menggunakan narkoba saat sedang tak syuting. Belakangan, wajah Jupiter Fortissimo memang jarang muncul di layar televisi karena ketatnya persaingan di dunia akting.

"Dia pakai untuk kesenangan dia saja, sekaligus isi kekosongan selama tidak ada jadwal syuting," ujar Kapolsek Tamansari, AKBP Suhermanto, saat ditemui di Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (11/5/2016).

Sejauh ini, polisi memastikan bintang sinetron Pura Pura Buta itu dalam keadaan tenang dan sehat usai ditangkap. Hanya saja, menurut dia, belum ada keluarga yang terlihat datang menjenguk dan mengunjungi Jupiter Fortissimo di tahanan.

Jupiter bersama sang kekasih (LIputan6.com/Herman Zakharia)

"Baik-baik saja dia. Pendeta dia sudah datang. Keluarga belum datang," sambung Suhermanto.

Sementara itu, aparat kepolisian sektor Tamansari masih belum bisa memastikan apakah Jupiter Fortissimo akan dipenjara atau direhabilitasi. "Kami lihat belum harus direhab, tapi kami lihat asessment nanti," Suhermanto melanjutkan. (Fac/Gie)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya