Chris Brown Ingin Bunuh Diri Usai Menyiksa Rihanna

Chris Brown kerap dihantui rasa bersalah setelah melakukan tindak kekerasan terhadap Rihanna.

oleh Eka Laili RosidhaFadjriah Nurdiarsih diperbarui 19 Apr 2016, 13:40 WIB
Chris Brown kerap dihantui rasa bersalah setelah melakukan tindak kekerasan terhadap Rihanna.

Liputan6.com, Amerika Serikat - Penyesalan memang selalu datang belakangan. Perasaan itulah yang membelenggu Chris Brown usai menganiaya mantan kekasihnya, Rihanna.

 

Chris Brown [Foto: Fox News]

Sebagaimana yang ia ungkapkan lewat video dokumenternya bertajuk "Welcome to My Life", penyanyi berusia 26 tahun itu merasa seperti dihantui dengan bayang-bayang rasa bersalah.

Bagaimana tidak, setelah kasus tersebut terungkap, Chris Brown langsung disorot menjadi musuh bersama bagi publik. Melihat dirinya seperti monster, Chris bahkan sempat depresi hingga ingin bunuh diri.

"Aku berpikir untuk bunuh diri dan melakukan yang lainnya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan. Aku benar-benar merasa kacau," ujar Chris Brown seperti dikutip dari Mirror, Senin (18/4/2016).

 

Chris Brown dan Rihanna [foto: mirror]

Dampak kasus tersebut tidak hanya dirasakan Chris Brown tapi juga keluarga besarnya. Sang ibu, Joyce Hawkins mengatakan keluarganya menjadi ikut kacau terutama setelah foto wajah babak belur Rihanna tersebar luas.

"Itu adalah masa terburuk dalam hidupku dan mungkin hidupnya (Chris Brown. Aku merasa aku akan kehilangan anakku untuk selamanya," ungkap Joyce Hawkins dalam video dokumenter.

 

Kisah manis Chris Brown dan Rihanna

Seperti diketahui, pelantun Run It! itu mengaku telah menganiaya Rihanna sepanjang Februari 2009 lalu usai pesta pra-Grammy. Setelah kasus pemukulan itu terungkap, reputasi Chris Brown langsung anjlok.

Ayah satu anak itu dijatuhi hukuman lima tahun masa percobaan, satu tahun konseling tentang kekerasan, dan enam bulan layanan masyarakat. (Eka/Des)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya