Pakai Jaringan Gas Pipa Untungkan Pedagang Skala Rumah Tangga

Gas yang dipasok PGN melalui pipa tersedia 24 jam non-stop.

oleh Septian Deny diperbarui 21 Mar 2016, 15:15 WIB
Petugas mengecek instalasi pipa metering regulating station PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk di PT Lion Metal Works di Jakarta, (28/10/2015). Sektor Industri kini mulai mengkonversi dari bahan bakar minyak ke gas alam. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Para pedagang makanan skala rumah tangga sangat terbantu dengan adanya jaringan pipa gas yang dimiliki oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Pasalnya, harga pasokan gas dari PGN ke rumah tangga lebih murah ketimbang harus membeli gas tabung.

Hal tersebut diungkapkan oleh Hermi (37), salah satu penghuni Rumah Susun Kebon Kacang yang juga berjualan makanan dan gorengan. Menurut dia, jika menggunakan gas dariPGN untuk kebutuhan memasak, rata-rata dirinya hanya harus membayar tagihan sebesar Rp 100 ribu per bulan.

"Ini sangat membantu bagi kami yang pedagang. Bayar per bulan cuma Rp 100 ribu. Kalau lagi ada acara lebih dari Rp 100 ribu, tapi itu harga yang wajar," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta.

Selain itu, gas yang dipasok PGN melalui pipa itu pun tersedia 24 jam non-stop. Dengan demikian, penggunanya tidak perlu khawatir kehabisan gas seperti yang terjadi jika menggunakan tabung gas.

"Karena kami pedagang, harus bangun tengah malam. Kalau pakai tabung gasnya habis, cari gas susah, belum lagi kalau harganya lebih mahal. Mau tidak mau harus beli. Sedangkan dari PGN ini kami bisa pakai kapan saja, nanti tinggal perhitungannya per bulan tergantung pemakaian," jelasnya.

Selain itu, lanjut Hermi, jika dirinya memakai gas dari tabung untuk ukuran 3 kg, rata-rata hanya cukup untuk memasak selama 12 jam. Sedangkan sebagai pedagang makanan, dia mengaku butuh waktu lebih dari 12 jam untuk memasak makanan yang akan dijualnya.

"Saya masak dari jam 4 sore sampai jam 8 pagi. Kalau kita masak makanan kan, merebusnya saja berjam-jam, kalau pakai tabung yang 3 kg, kami pakai jam 5 sore, jam 5 paginya sudah habis. Itu pun kalau barangnya ada, kalau tidak ada kita harus cari kemana-mana," tandasnya. (Dny/Gdn) 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya